
Jika nama Alejandro González Iñárritu disebut apa yang langsung terbayang? Bagi penulis sendiri, langsung muncul pemikiran tentang kompleksitas hidup, penderitaan, dan kematian. Ya, hal itu bukanlah sebuah pemikiran yang aneh jika melihat karya-karya Iñárritu yang selalu depresif dan terikat dengan kematian. Film-filmnya seperti Amores perros, 21 Grams, Babel, dan Biutiful memuat tema kematian yang sangat kuat dan juga depresif untuk disaksikan. Ditambah lagi dengan gaya narasi non-linear (pengecualian pada Biutiful) yang membuat kisah-kisahnya seringkali sulit diikuti bagi penonton awam. Iñárritu sendiri sudah lama tidak membuat film, setelah terakhir mengarahkan Javier Bardem dalam Biutiful. Setelah berbagai rumor mengenai keterlibatannya dalam crime-drama Flim-Flam Man dan kisah balas dendam, The Revenant; Iñárritu akhirnya memilih untuk sedikit berbelok dari jalur yang biasa diambilnya dengan menukangi Birdman yang bergenre komedi. Yup, kalian tidak salah baca. Komedi. Dan film ini telah mengumpulkan cast yang luar biasa untuk berperan di dalamnya. Sebut saja nama Michael Keaton, Emma Stone, Naomi Watts, dan Zach Galifianakis. Khusus untuk Watts, ini adalah kali kedua ia bekerjasama dengan Iñárritu, setelah sebelumnya ia diarahkan Iñárritu dalam 21 Grams.
Proyek ini pertama kali diumumkan akhir tahun lalu dan mempertemukan kembali Iñárritu dengan rekan-rekan penulisnya dari film Biutiful seperti Nicolas Giacobone dan Armando Bo serta seorang penulis naskah teater Alexander Dinelaris. Kisah Birdman diangkat dari cerita pendek karya Raymond Chandler yang berkisah mengenai seorang aktor egosentris yang masa jayanya telah berakhir. Sang aktor pernah memerankan tokoh superhero terkenal, dan kini ingin meraih kembali ketenarannya dengan bermain dalam sebuah drama Broadway. Keaton akan bermain sebagai aktor egosentrsi tersebut, Stone akan menjadi anak sekaligus asistennya yang baru saja keluar dari rehabilitasi, Galifianakis akan berperan sebagai produser Broadway, sementara Watts akan berperan sebagai aktris lawan main Keaton di drama Broadway tersebut.
Sebelumnya pernah dikabarkan bahwa film ini akan memiliki timeline hanya 3 hari saja dengan satu lokasi. Namun itu kabar lama. Bisa jadi kisah di cerpen tersebut dikembangkan oleh Iñárritu dan tim penulisnya demi mendapatkan dinamika cerita. Yang hebat, bahkan sebelum memulai produksi, Fox Searchlight telah membeli hak distribusi film ini untuk penayangan tahun 2014. Cannes bisa jadi menjadi sasaran utama film ini, karena Iñárritu sendiri adalah sahabat baik festival film tersebut setelah sebelumnya ia memenangkan dua penghargaan untuk Amores perros, lalu dua penghargaan untuk Babel di tahun 2006 termasuk sutradara terbaik; dan terakhir, filmnya Biutiful, dinominasikan untuk Palme d'Or pada Cannes 2010, dan mengantarkan Javier Bardem menang Best Actor di ajang tersebut. Kita lihat, apakah Birdman akan mampu berbicara banyak, mengingat genrenya yang jauh berbeda dari karya Iñárritu sebelumnya. We'll see.