Edge of Tomorrow: Duet Ciamik Liman-Cruise

by dr. kawe

Edge of Tomorrow: Duet Ciamik Liman-Cruise
EDITOR'S RATING    

Aksi sci-fi yang memukau dari duet manis Liman-Cruise. Bisakah menjadi kuda hitam tahun ini?

Tema alien mungkin bukanlah hal yang baru lagi. Apalagi, dengan ending yang nyaris serupa. Lalu, apakah Edge of Tomorrow punya keunggulan mengingat film ini dibintangi oleh Tom Cruise dan Doug Liman?

Di luar pangkatnya sebagai mayor dan kemunculannya di televisi untuk mempromosikan baju baja yang digunakan dalam pertempuran, William Cage (Cruise) ternyata hanyalah staf relasi media Pasukan Pertahanan Amerika Serikat dalam menghadapi Mimic. Namun, ketika dikirim ke Inggris untuk membantu Pasukan Pertahanan Gabungan merekrut lebih banyak orang lagi, ia malah diterjunkan ke medan depan. Tidak berpengalaman, hanya beberapa menit setelah penerjunannya, Cage pun terbunuh. Namun, anehnya ia malah terbangun kembali di pangkalan seakan semua yang terjadi adalah mimpi. Alangkah kagetnya Cage ketika sadar bahwa waktu seakan berputar balik dan ia kembali sehari sebelum penyerangan. Hal ini terus berulang-ulang, hingga Cage menemukan jawabannya pada Rita Vitraski (Emily Blunt). Apa yang terjadi sebenarnya?

Tidak bisa dipungkiri, kualitas film adaptasi light novel All You Need Is Kill yang ditulis oleh Hiroshi Sakurazaka ini bergantung pada dua pemerannya: Cruise dan Blunt. Yang lain seakan hanya tokoh sampingan yang bisa dimatikan sewaktu-waktu. Untunglah, meski cukup dominan, namun sosok Cruise tidak serta-merta menutupi akting yang lain. Ia seakan cukup sadar untuk berbagi sorotan sama pentingnya, khususnya dengan Blunt sebagai si wanita tangguh.

Tough is the new sexy. Kata ini mungkin tepat menggambarkan sosok Blunt di sini sebagai Rita Vitraski. Pada awalnya, banyak yang meragukan apakah cewek ini mampu berakting dalam film aksi, layaknya Angelina Jolie. Tapi setelah menonton ini, jawabnya adalah: ia mampu. Tidak perlu otot-otot menonjol seperti Gina Carrano, tapi dengan postur tegas dan raut serius, Blunt menjelma menjadi seorang pejuang wanita. Dan, Jelata…adegan Megan Fox dalam Transformers yang meliuk di balik kap mobil akan tergantikan ini:

Doug Liman sendiri sukses menampilkan adegan aksi yang menegangkan, tapi juga tidak menghilangkan kisahnya yang bisa dibilang ringan untuk diikuti. Tema penyerangan alien mungkin adalah tema yang sangat umum dalam film-film Hollywood, namun dengan tambahan kembalinya waktu maka Edge of Tomorrow jadi salah satu film sci-fi yang terasa tidak biasa. Dan, Liman agaknya mengerti bahwa menonton film ini dapat melelahkan sehingga ia menyelipkan humor di sana-sini sehingga Edge of Tomorrow menjadi paket lengkap yang tidak hanya tegang dan mencekam, tapi juga menghibur.

Melihat duet yang manis ini, mungkinkah Liman akhirnya menemukan pasangan sehati, layaknya Leonardo Dicaprio dengan Martin Scorsese atau Christopher Nolan dengan sederet bintang-bintangnya?

Artikel Terkait