Musim liburan sudah dimulai! Dengan banyaknya film akhir tahun yang berseliweran, Night At The Museum : Secret of The Tomb mungkin bisa jadi pilihan yang tepat. Ada kegilaan apa lagi di film sekuel kedua ini? Baca ulasan editor kami disini!

Director : Shawn Levy
Screenplay : David Guoin & Michael Barnathan
Cast : Ben Stiller, Robin Williams, Owen Wilson, Dan Stevens, Ben Kingsley, Ricky Gervais
Kalau mau dipikir-pikir, bekerja sebagai satpam shift malam di sebuah museum sendirian bisa jadi pekerjaan yang menyebalkan dan menyeramkan. Coba saja bayangkan, saat orang lain sudah terbang dan bermain-main di pulau awan, kamu malah bekerja mengawasi sebuah museum sejarah yang berisi benda-benda mati. Menyebalkan sekali memang. Dan ketika benda-benda sejarah tersebut malah hidup di saat matahari terbenam, hidupmu tidak akan pernah sama lagi.
Hal ini yang dialami oleh Larry Daley (Stiller) di film pertama Night At The Museum, seorang pria bercerai yang sedang mencoba kehidupan yang stabil demi menjadi role model bagi anaknya. Larry menjadi seorang satpam shift malam di Museum Sejarah Amerika dan mendapati ada kekuatan misterius yang membuat semua penghuni museum hidup. Mulai dari dinosaurus tulang raksasa, patung lilin Teddy Roosevelt (Williams), koboi miniatur Jedediah (Wilson), hingga seekor monyet capuchin. Dan pekerjaan yang bisa jadi membosankan malah menjadi petualangan yang tak pernah ia lupakan.
Di sekuel keduanya, Secret of the Tomb, Larry dan teman-teman museumnya sedang mempersiapkan pertunjukkan "Night Event at Museum" saat tiba-tiba tablet sumber kehidupan mereka tiba-tiba mengalami korosi dan membuat mereka menjadi ganas. Hanya orang tua dari Akhmenrah (Malek) yang tahu cara mengatasi masalah ini. Namun masalahnya adalah, mereka ada di Museum Sejarah Inggris. Jadi begitulah, Larry bersama dengan anaknya Nick, Akhmenrah, Teddy, Jedediah, Dexter, dan gang Museum lainnya berangkat ke London untuk mencegah kekuatan tablet musnah. Berhasilkah mereka? Petualangan macam apa yang menunggu di sana?

Trilogy Night at the Museum yang diangkat dari cerita anak-anak karangan Milan Trenc ini memang dibuat dengan intensi film hiburan bagi seluruh keluarga. Walau tidak menjadi favorit para kritikus, toh trilogy ini masih bisa membuat tertawa, apalagi dengan didukung dengan banyak komedian handal di dalamnya. Secret of the Tomb merupakan film penutup dari petualangan Larry dkk sekaligus menjadi film terakhir dari alm. Robin Williams.
Sebagai sebuah film komedi dengan rating PG (Parental Guidance), beberapa lelucon yang ada di dalamnya cukup menghibur. Memang ada beberapa yang miss, namun sebagian besar cukup berhasil membuatmu minimal tersenyum. Seperti kelakuan Jedediah dan Octavius (Coogan) yang nyasar ke Pompeii, kelakuan Tilly (Wilson) si satpam shift malam museum Inggris, dan kehadiran Laa, manusia purba yang persis mirip seperti Larry.
Dari segi alur filmnya sendiri, Secret of the Tomb tidak menawarkan apapun yang baru. Ada beberapa bagian yang sebenarnya tidak terlalu penting dan bisa dibuang tanpa merusak makna cerita, seperti bagian epilog di Mesir. Di bagian paruh akhir film pun, terasa sekali tempo filmnya mulai draggy dan menurun, dan klimaks yang ada malah terasa dipaksakan. Hal ini pun diperparah dengan akting Ben Stiller.

Ben Stiller sebagai aktor utama sayangnya hanya sekedar mengakomodir apa yang ada di dalam naskah dan menyajikan sekedarnya. Seperti saat kamu secara random memesan nasi goreng di hotel, sudah mahal dan tak enak pula, begitu juga dengan akting Stiller disini. Walau dimasukkan sub-layer hubungan Larry-Nick pun tetap tidak dieksplor dan membuat emosi yang ada tersampaikan.
Kejutan justru datang dari Dan Stevens yang memerankan Sir Lancelot. Dengan lelucon khas Inggris dan kadar halusinasi setingkat Kim Kardashian, Steven mampu membuat penampilannya sangat segar. Pun begitu dengan tampilan singkat dari Rebel Wilson, Ricky Gervais, dan juga Ben Kingsley yang mencuri perhatian.

Hal yang terbaik dari film ini tentu saja datang dari Robin Williams sebagai Teddy Roosevelt. Penampilannya sebagai Teddy, dengan kharisma dan pesonanya, memberikan sentuhan yang elegan di film ini. Seiring dengan kekuatan tablet yang semakin hilang, kita dipaksa untuk menyaksikan Teddy perlahan-lahan berubah kembali menjadi patung lilin yang tidak berguna. Bagi penggemar film, kesempatan untuk menyaksikan akting terakhir Williams ini tentu saja tidak boleh dilewatkan begitu saja.
Walau Secret of the Tomb hadir dengan flawsnya, film ini tetap menjadi sebuah pilihan di masa liburan akhir tahun. Sangat cocok untuk kencan dengan pasangan atau disaksikan dengan seluruh keluarga. Dan Shawn Levy sendiri berhasil memberikan sebuah penutup yang manis dan mengharukan bagi seluruh penghuni museum. Jangan lupakan pula kemunculan Hugh Jackman dan Alice Eve yang pasti akan membuatmu tertawa terpingkal-pingkal!