Blackhat: Aksi Adu Pintar Dua Hacker

by dr. kawe

Blackhat: Aksi Adu Pintar Dua Hacker
EDITOR'S RATING    

Sutradara kenamaan Michael Mann hadir dengan film terbaru dengan berfokus pada hacker, Blackhat. Salah satu setting-nya mengambil lokasi di Jakarta.

Nama Michael Mann mungkin sudah tidak asing di telinga para pencinta film-film dengan genre serius. Sebut saja Collateral, Miami Vice, Heat, hingga Public Enemies. Di tahun 2015 ini, ia menambah deretan filmografinya dengan satu film yang cukup memutar otak dengan mengetengahkan soal hacker dalam Blackhat.

Nicholas Hathaway (Chris Hemsworth) diminta bantuan oleh mantan teman satu asramanya di MIT, Chen Dawai (Wang Lee Hom), untuk menyelidiki dua kasus yang berhubungan dengan komputer: meledaknya reaktor di Taiwan dan melambungnya harga kedelai di bursa saham. Untuk itu, Nick yang sedang dalam masa tahanan akibat membobol bank dibebaskan untuk sementara dengan pengawalan USS Marshal. Dawai sendiri tidak sendirian karena ia juga mengajak sang adik Lien Chen (Tang Wei) yang juga memiliki keahlian di bidang komputer untuk turut membantu. Investigasi yang mereka lakukan membawa gabungan hacker dan agen pemerintah ini berkeliling Asia, mulai dari Cina, Hong Kong, Malaysia, hingga Jakarta.

Tema mengenai hacker rasanya memang tidak banyak diangkat oleh pihak Hollywood, apalagi yang berhasil menuai perhatian besar dari berbagai kalangan. Memang harus diakui, Blackhat cukup berat. Anda harus benar-benar memperhatikan layar, tanpa meleng sedikitpun, untuk tahu apa yang terjadi sebenarnya. Sayangnya, dengan perhatian yang penuh pun, kita mungkin masih akan meraba-raba dalam gelap. Hal ini berkaitan dengan judulnya itu sendiri. Dalam istilah hacking, blackhat adalah hacker yang melakukan pembajakan untuk keuntungan pribadi. Penjelasan sederhana seperti ini rupanya tidak diselipkan oleh Mann sehingga orang akan bertanya-tanya dan terpaksa mencari tahu sendiri hubungan antara judul dengan kejadian dalam film.

Durasinya pun bisa dikatakan cukup melelahkan, yaitu 135 menit. Untunglah, sesekali Mann menyelipkan adegan-adegan aksi meski tidak terlalu berlebihan. Penyelamat pun bisa dikatakan datang dari Hemsworth, Lee Hom, dan Viola Davis yang menampilkan akting apik sebagai orang-orang yang berada di bawah tekanan dalam menemukan blackhat tersebut. Sisi lemah justru ditampilkan oleh Tang Wei yang aktingnya terasa datar dari awal hingga akhir film meski ia terselamatkan dengan bahasa Inggrisnya yang sedikit lancar daripada Li Bing Bing (yang seperti orang belajar membaca).

Namun, agak disayangkan menjelang menit-menit akhir film, Mann seakan hanya berfokus pada pengejaran Nicholas terhadap sang blackhat. Ia agaknya lupa bahwa di ¾ cerita, NSA dan FBI mengejar Nicholas mati-matian untuk dimasukkan lagi ke penjara karena telah membobol sistem Black Widow. Alhasil, Nicholas bisa masuk dan akhirnya keluar dari Jakarta dengan mudah.

Meski beberapa beranggapan bahwa plotnya terlalu panjang dan membosankan, namun saya pribadi cukup terhibur dengan aksi adu pintar antara Hemsworth dengan sang blackhat. Setidaknya, Thor menunjukkan bahwa ia tidak hanya jago adu otot, tapi bisa juga adu otak. 

Artikel Terkait