Sebuah film komedi sederhana tanpa plot berbelit yang mampu mengundang tawa. Apa kata kontributor kami untuk film ini? Baca ulasannya.
Sutradara: Jeremy Garelick
Penulis Naskah: Jay Lavender, Jeremy Garelick
Pemeran: Kevin Hart, Josh Gad, Kaley Cuoco-Sweeting
Sepertinya sangat sulit untuk memberikan review negatif untuk film komedi yang satu ini, sesulit memberikan piala Oscar ke tangan Leonardo diCaprio. Karena pada akhirnya film ini memang diperuntukkan untuk Jelata yang sedang ingin tertawa melepas kepenatan dan juga kelegaan karena akhirnya 50 Shades of Grey tidak masuk di Indonesia dan Jelata tidak perlu menemani pacar ke bioskop untuk menontonnya. Itupun kalau Jelata sudah punya pacar.
Jika ditilik dari nama castnya, bisa dipastikan hanya secuil orang yang tahu dan mengenal siapa-siapa saja aktor dan aktris yang terlibat dalam film ini. Penggemar The Big Bang Theory pasti mengetahui Kaley Cuoco-Sweeting. Dan nama Kevin Hart dan Josh Gad sendiri mungkin hanya dikenal oleh para penggemar stand up comedy.
Filmnya sendiri bercerita tentang Doug, seorang kutu buku yang entah mengapa bisa mendapatkan tunangan secantik Gretchen. Dua minggu sebelum pernikahan mereka Doug masih belum mendapatkan bestman untuk dirinya sendiri. Akhirnya atas saran dari wedding organizernya, Doug pun mendatangi Jimmy, seorang lelaki yang mempunyai bisnis untuk menyediakan bestman bagi lelaki seperti Doug.
Ceritanya memang simpel, lagi-lagi kita perlu mengingat bahwa film ini adalah murni film komedi. Tidak perlu plot yang terlalu susah sehingga penonton pun gagal paham dengan ceritanya. Yang bisa dibilang memang terdapat kebolongan di sana-sini. Tapi mungkin yang menjadi kelemahan di film ini adalah joke yang terlalu klise serta ending yang mudah ditebak.
But hey, meskipun mendapat materi yang klise. Para aktor di film ini berhasil memakai bahan tersebut dengan hebat. Ditambah dengan editing cepat membuat para penonton tidak sempat berhenti untuk berpikir serius dan langsung menertawakan lelucon yang ada. Duo aktor di film ini, Kevin Hart dan Josh Gad, sangat ciamik dalam memerankan karakter mereka. Ditambah dengan chemistry yang tak terbantahkan. Jika film ini berhasil di pasaran, rasa-rasanya tidaklah heran kalau duo ini akan kembali memerankan karakter mereka kembali. Ditambah sederet aktor pendukung yang sebagian besar berangkat dari serial TV. Jangan lewatkan referensi Lost oleh Jorge Garcia yang memerankan Hurley di serial tersebut. Yang menutup jalinan kisah dalam film ini.
Akhir kata, keberhasilan film komedi sejatinya hanya dapat diukur dari jumlah tawa yang didapat ketika menonton filmnya. Dan penulis sendiri tertawa tergelak-gelak sepanjang film. Jadi sepertinya jelata sudah dapat mengetahui sendiri kesimpulan dari review ini. Jika jelata tidak mengerti, di situ kadang saya merasa sedih.


