Wahai wanita-wanita pecinta film drama romantis yang hopeless romantic, mari kita beramai-ramai datang dan nonton film The Age of Adaline. Jangan lupa aja pasangan (kalau ada), biar makin sedap!

Director : Lee Toland Krieger
Screenwriter : J. Mills Goodloe, Salvador Paskowitz
Cast : Blake Lively, Michiel Huisman, Harrison Ford, Ellen Burstyn,
Menurut gue, ada alasan kenapa cewek menganggap vampire itu seksi sekaligus romantis. Wajah rupawan dan tubuh atletis itu cuma bonus. Terutama sekali, vampire itu menarik karena mereka membeku di usia muda. Tak bertambah tua, bebas keriput dan penyakit. Menyenangkan sekali bukan? Itulah mengapa, isu hidup abadi selalu mudah digoreng ke dalam berbagai kisah. Walaupun gak ada hubungannya sama sekali dengan vampire, The Age of Adaline mengangkat hal yang serupa.
Adaline Bowman (Lively) adalah seorang wanita yang beruntung. Secara fisik, dia sangat menarik. Tubuhnya tinggi semampai, wajah cantik, suara lembut, dengan rambut pirang. Paket lengkap pokoknya. Keberuntungannya bertambah ketika ia tetap terlihat seperti 30an di usia yang semestinya sudah 50 tahun. Mengira ini adalah akibat gen yang kece dan diet sehat, Adeline kaget ketika tahu-tahu pihak berwenang hendak menangkapnya karena penasaran. Sejak saat itu, Adeline kabur dan bersembunyi dan terus menerus berganti identitas.Di usia yang semestinya sudah 1 abad, Adeline kini bernama Jenny, hidup hanya berdua dengan seekor anjing dan bekerja di pepustakaan umum. Pertemuannya dengan Ellis (Huisman) membuatnya merasa muda lagi, seperti lagunya Katy Perry. Namun, rahasia hidup abadinya terancam terkuak ketika Ellis mengajaknya bertemu dengan orang tuanya.

The Age of Adeline punya formula yang sangat mudah disukai sama cewek-cewek, terutama yang hopeless romantic kayak gue. Ceritanya ringan dan manis, dialog-dialog unyu yang quotable, serta mas-mas ganteng dengan otot sixpack yang ngegemesin. Film ini sama aja kayak red velvet cake di mata gue. Enak di lidah dan bikin kecanduan. Gak bagus buat timbangan kalo kebanyakan.
Dari premis awal film ini menjanjikan kisah yang mengharukan dan dijamin membuat kita termehek-mehek. Namun sayangnya, eksekusi dari Krieger membuat Adaline jadi mudah ditebak sekaligus membosankan. Gak ada kejutan apapun sama sekali. Semuanya aman damai sentosa. Padahal, ada banyak aspek yang bisa digali lebih dalam, tapi The Age of Adaline lebih fokus ke kisah cinta Adeline saja.
Hal utama yang patut diacungi jempol dari film ini ada di akting Blake Lively dan Harrison Ford yang begitu intens dan kuat. Adu akting mereka jadi satu spotlight yang cukup membuat gregetan dan penuh emosi. Favorit gue yang lain justru datang dari departemen costume design, yang dikepalai Angus Strathie. Palet warna pastel dan gelap yang didominasi dengan warna hitam dan merah mewarnai pakaian yang dipakai Lively. Seperti melihat halaman utama di majalah Vogue.
Secara keseluruhan, The Age of Adaline seperti versi happy ending khusus cewek dari film The Curious Case of Benjamin Button. Buat cewek-cewek, pastikan siapkan mental melihat wajah ganteng brewokan Michiel Huisman yang bikin gemes. Dijamin ngiler!