Ip Man 3: Terlalu Banyak Konflik di Satu Film

by dr. kawe

Ip Man 3: Terlalu Banyak Konflik di Satu Film
EDITOR'S RATING    

Donnie Yen kembali sebagai Ip Man yang sederhana, tapi mematikan. Tapi, apakah filmnya sama serunya seperti dua pendahulunya?

Untuk kali ketiga, Ip Man kembali hadir di layar lebar. Mengusung judul Ip Man 3 dan masih diperankan oleh Donnie Yen, kali ini Ip Man akan berhadapan dengan petinju berleher besi asal Amerika, Mike Tyson, sekaligus mempertahankan gelarnya sebagai grandmaster Wing Chun.

Kehidupan Ip Man kini sederhana. Ia hanya menghabiskan waktu sehari-harinya untuk mengurusi perguruan Wing Chun miliknya hingga mengantar-jemput Ip Ching ke sekolah. Namun, semua itu berubah kala suatu hari tiga orang pemuda datang ke sekolah dan memaksa kepala sekolah menandatangani surat penjualan tanah sekolah yang nantinya akan dikuasai oleh pendatang asing di Hong Kong. Ip Man dan murid-muridnya berusaha melindungi sekolah dari ancaman pemuda tersebut yang dipimpin Frank (Tyson). Masalah semakin runyam ketika Ip Ching diculik untuk memaksa kepala sekolah melepas hak kepemilikan tanah.

Ip Man masih menampilkan aksi Donnie Yen yang seakan tidak ada lelahnya beradegan aksi meski usianya sudah menginjak kepala lima. Aktingnya pun jelas tidak perlu diragukan lagi karena berhasil menjelma menjadi sosok Ip Man yang karismatik dan tenang, namun memiliki kemampuan beladiri tingkat tinggi. Pace cerita pun berjalan cepat karena tidak ada lagi perkenalan sosok Ip Man. Jelata juga akan terpuaskan dengan kemunculan murid paling terkenal Ip Man, Bruce Lee, meski hanya sekilas dan juga digambarkan seperti remaja tanggung. Adegan aksi pertarungan jarak dekatnya pun sanggup membuat penonton menahan nafas dan tidak berkedip menyaksikannya meski, menurut saya pribadi, belumlah sedahsyat pertarungan Iko Uwais dan Cecep Arif Rahman di The Raid 2: Berandal.

Sayangnya, meski berpotensi dari segi aksi, namun naskah film ini terasa lemah dari berbagai sisi. Ip Man 3 seperti bingung akan memfokuskan kisah ke mana dengan memuat banyak konflik, seperti perseteruan Ip Man dengan Cheung Tin-chi, perebutan tanah sekolah, hingga jatuh sakitnya sang istri. Banyaknya permasalahan yang berusaha ditampilkan membuat pihak sineas seakan menggampangkan penyelesaiannya, seperti urusan perebutan tanah sekolah berakhir hanya karena Ip Man berhasil bertahan selama tiga menit beradu dengan Frank. Pun begitu dengan sosok bawahan Frank yang diusir begitu saja dan tidak muncul lagi hingga akhir film, padahal selama setengah babak awal berhasil membuat penonton gemas karena sikapnya yang berangasan. Jangan harap bisa menyaksikan Mike Tyson berakting penuh di sini karena setelah dikalahkan Ip Man, sosoknya sama seperti anak buahnya, menghilang bak ditelan bumi.

Namun, meski memiliki kekurangan dari segi naskah, chemistry yang dibangun antara Donnie Yen dan Lynn Hung tetap ampuh memberikan drama yang memikat. Bahkan, tidak jarang di beberapa adegan, Jelata akan merasakan mata yang basah. Adegan Ip Man menari bersama Cheung Wing-sing sendiri dapat mengundang tawa karena melihat sosok yang biasanya berkelahi malah menari dengan gembira.

Secara keseluruhan, Ip Man 3 mungkin terasa mengalami penurunan dari segi cerita, tetapi semua itu tertutup dengan akting mumpuni Donnie Yen dan adegan aksi yang berkelas.

 

 

 

 

 

                                     

Artikel Terkait