Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of the Shadows - Setia pada Versi Original, Tapi Kurang Pendalaman Cerita

by Mr. P

Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of the Shadows - Setia pada Versi Original, Tapi Kurang Pendalaman Cerita
EDITOR'S RATING    

Empat bersaudara kura-kura yang jago ninja dan gemar pizza ini kembali lagi. Lawan mereka kali ini lebih dahsyat dari sekadar Shredder karena ada tokoh-tokoh ikonik lainnya.

Dua tahun lalu, versi terbaru dari live action Teenage Mutant Ninja Turtles (Kura-kura Ninja) sukses memberikan hiburan sekaligus angin segar bagi para penggemar fanatik kura-kura mutan ini. Dengan penggunaan CGI yang sudah semakin canggih, para kura-kura ninja ini bisa ditampilkan secara realistis, namun tidak mengurangi sisi fantasi yang ada. Jonathan Liebesman selaku sutradara berhasil membuat kura-kura ini menjadi terkenal kembali. Pemasukan lebih dari 400 juta dolar di seluruh dunia cukup untuk meyakinkan pihak produser melanjutkan petualangan kura-kura ninja ini.

Melanjutkan kisah sebelumnya, Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of the Shadow kini menyoroti keinginan empat bersaudara kura-kura untuk bisa diterima dan tinggal di atas permukaan tanah, layaknya manusia biasa. Namun, keinginan ini terpaksa hanya tinggal wacana karena mereka tidak tahu bagaimana reaksi para manusia melihat wujud mereka nantinya. Sembari berkeluh kesah menyelamatkan kota New York, ternyata ancaman baru datang saat kelompok Foot Clan mencoba membebaskan Shredder dari tahanan. Kura-kura ninja pun beraksi untuk menggagalkan rencana Foot Clan tersebut, tetapi sebuah portal antardimensi terbuka dan Shredder lenyap ke dalamnya. Ternyata, portal tersebut membawanya bertemu Commander Krang yang berniat menguasai dunia. Sebagai langkah awal, Krang memerintahkan Shredder mengumpulkan artefak yang tersebar di beberapa tempat. Apakah benda tersebut dan apa kegunaannya?

Bagi yang suka menyaksikan serial kartun TMNT saat di TV dahulu pasti akan sangat senang karena banyaknya karakter dan referensi yang diangkat dari sana. Duo ikonik yang bodoh, tetapi lucu, yaitu  Bebop dan Rocksteady muncul dalam sekuel kali ini bersama satu jagoan baru, Casey Jones, yang diperankan oleh Stephen Amell (Arrow). Walaupun sarat dengan adegan aksi, tetapi film ini tidak lupa menonjolkan kelebihan masing-masing kura-kura serta kekurangan mereka. Interaksi keempatnya juga sangat menonjol hingga membuat karakter lain tampak seperti tempelan saja.

Kehadiran studio Michael Bay di belakang layar menjadi suatu jaminan jika film ini akan penuh adegan aksi dan slow-mo yang spektakuler. Namun, kekurangan yang sama juga terjadi seperti pada film-film Michael Bay lainnya: sisi cerita jadi terabaikan. Banyaknya adegan aksi membuat pertempuran klimaks terkesan biasa saja. Padahal yang dilawan adalah salah satu musuh ikonik franchise ini. Pergantian sutradara dari Liebesman ke Dave Green yang masih hijau tampaknya sedikit banyak mempengaruhi kualitas film ini.

Secara keseluruhan Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of the Shadows memng terlihat lebih besar dan megah dari pendahulunya, namun secara kualitas malah menurun dan cenderung membosankan. Tapi, ini bukan film yang jelek. Secara komersil, mereka sudah berhasil memberikan hiburan di kala senggang. Sekarang Out of the Shadow yang masih menggamit bintang-bintang mereka sebelumnya seperti Megan Fox sebagai reporter seksi April O’Neil dan Will Arnett sudah tayang di seluruh Indonesia.  

Artikel Terkait