Menampilkan lansekap Makassar dan kebudayaannya yang menawan, sayangnya Athirah minim konflik sehingga film ini terasa berjalan dengan datar.

Di balik sosok Jusuf Kalla yang dikenal sebagai salah satu tokoh politik terkemuka, mungkin tidak banyak yang tahu kisah keluarganya. Melalui Athirah produksi Miles Films, Pak JK berusaha menuturkan kembali bagaimana sang ibunda harus menghadapi cobaan terberat dalam hidupnya: dipoligami.
Film berdurasi 88 menit ini memang berujung tombak pada akting Cut Mini sebagai Athirah. Setelah sukses memerankan sosok guru Melayu dalam Laskar Pelangi, kini dia berubah menjadi seorang wanita Makassar yang rumah tangganya mendapat cobaan. Tidak perlu banyak dialog karena Cut Mini mampu menampilkan rasa luka istri yang mengetahui berita buruk soal suaminya hanya dengan pandangan mata.
Karena titik sentral film ini berada pada sosok Athirah, maka bisa dibilang sosok lain terasa agak dikesampingkan dengan hanya beberapa dialog. Termasuk Ucu, si anak tertua, yang merupakan perwujudan masa kecil Pak JK. Bahkan, Indah Permata Sari yang mencuri perhatian di Rudy Habibie pun tidak banyak mendapat waktu tampil di depan layar. Begitu juga dengan Tika Bravani yang hanya muncul menjelang film berakhir.
Meskipun kisah mengenai poligami, namun film ini bisa dikatakan tidak menyorot secara gamblang. Hanya melalui sedikit dialog. Karena itu, Athirah terasa datar dari segi konflik. Alih-alih memotret poligami, Riri Riza berfokus pada sosok Athirah yang berusaha bangkit setelah dikecewakan. Jangan harap Jelata akan menemukan kisah poligami seperti Ayat-Ayat Cinta atau Surga yang Tak Dirindukan yang penuh air mata. Pergulatan batin diperlihatkan melalui helaan nafas, diam di depan jendela, hingga menyambangi dukun.
Salah satu hal yang cukup menarik perhatian sendiri adalah scoring musik yang dikerjakan oleh musisi lokal Makassar, Juang Manyala. Setiap musik yang muncul terasa indah, membuat adegan tidak hanya jadi nikmat dilihat, tetapi juga didengar. Salah satu poin lebih bagi Athirah yang bisa jadi tidak memuaskan pihak yang mengharapkan konflik poligami dengan tensi tinggi.
