Pernikahan adalah sebuah ikatan yang dibangun di atas rasa saling percaya sampai maut memisahkan. Namun, saat setitik curiga muncul, apa yang harus dilakukan seseorang? Hal inilah yang bisa dibilang menjadi tema utama dari drama terbaru garapan Robert Zemeckis, Allied.

Pernikahan adalah sebuah ikatan yang dibangun di atas rasa saling percaya sampai maut memisahkan. Namun, saat setitik curiga muncul, apa yang harus dilakukan seseorang? Mempercayai pasangan atau mempercayai kata hati? Hal inilah yang bisa dibilang menjadi tema utama dari drama terbaru garapan Robert Zemeckis, Allied.
Kekuatan film ini jelas tertuju pada akting apik dua bintang utamanya, Brad Pitt dan Marion Cotillard. Lupakan isu di luar lokasi syuting, tapi yang jelas chemistry keduanya asyik untuk dinikmati. Dialog yang terucap, ajaran Marianne Beausejour untuk penyamaran Max Vatan, hingga godaan-godaan yang terlontar semua menarik untuk diikuti. Zemeckis juga rupanya sadar bahwa drama berlatar perang, mata-mata, dan pengkhianatan tidak harus selalu tegang dan serius. Sesekali, ia menyelipkan humor yang akan membuat Jelata tersenyum.
![]()
Meski tidak disebutkan secara jelas, tapi Jelata pasti akan merasakannya sendiri bahwa film ini terbagi menjadi dua babak: satu, perkenalan Max dan Marianne di Perancis Maroko serta kehidupan keduanya pasca menikah di London. Tanpa perlu adegan aksi berlebihan, Zemeckis berhasil menghadirkan ketegangan dan rasa penasaran terutama setelah konflik mulai dimasukkan, yaitu kala Marianne dituduh sebagai mata-mata Jerman. Usaha Max dalam mencari berbagai klarifikasi dari orang-orang di sekitarnya membuat kita juga ikut menebak-nebak: benarkah Marianne mata-mata atau ini hanya sekadar permainan dari atasan Max belaka?
Film ini mungkin jauh dari harapan Jelata yang mengharapkan film perang dengan desingan peluru dan bom di mana-mana. Jauh pula dari film yang mengisahkan mata-mata flamboyan. Ini adalah kisah dua manusia yang dipertemukan saat perang untuk kemudian mendapat ujian kepercayaan. Saat curiga datang, sanggupkah kita bertahan untuk terus percaya atau malah meragukan pasangan kita?
