Setelah era Twilight usai, Fallen mencoba mengekor dengan menghadirkan kisah cinta antara manusia dengan malaikat. Apakah sukses?

Novel Lauren Kate, Fallen, mendapat tempat di layar lebar melalui film yang berjudul sama. Dibintangi oleh Addison Timlin dan Jeremy Irvine, Fallen agaknya ingin menjadi film romantis dengan bumbu “supernatural” layaknya Twilight. Kali ini, bukan kisah cinta manusia dan vampir yang ditampilkan, melainkan manusia dan malaikat.
Fallen memang tipikal film drama romantis dengan tokoh gadis diperebutkan banyak orang. Diperebutkan malaikat bukanlah hal yang buruk, apalagi saat malaikat tampan itu mempertaruhkan nyawa seakan-akan gadisnya adalah segalanya. Namun, Luce justru tampil murahan dengan emosi yang tak sampai di film ini. Jangan harap Jelata akan melihat chemistry yang kuat seperti Bella Swan dan Edward Cullen di Twilight. Di film ini, Luce dan Daniel bahkan seperti orang tak saling kenal, meski Luce sejak awal merasa dia dan Daniel terikat. Semuanya hanya tak disampaikan dengan baik sehingga yang harusnya romantis malah berakhir kikuk.
Alurnya terburu-buru karena terlalu banyak yang ingin diangkat dalam film berdurasi 91 menit ini. Beberapa karakter malah tampil tak berguna dan perannya di film ini terkesan dipaksakan, padahal di novelnya semua tampil dengan porsi yang pas. Inilah penyakit yang paling sering ditemukan dalam film yang diadaptasi dari novel. Meski begitu, sebenarnya semua itu bisa termaafkan jika paling tidak ada pria tampan dalam daftar cast-nya. Sayangnya, tak seperti Twilight yang sadar betul kesempurnaan Edward Cullen harus digambarkan dengan baik dan memilih aktor yang tepat, Fallen justru jatuh dalam pilihan yang salah. Jeremy Irvine rasanya bukan aktor yang tepat, tidak dengan caranya memerankan Daniel yang seharusnya berusaha sebisa mungkin menjauhi Luce, bukannya jatuh dalam psona Luce. Irvine tak mempunyai semua kriteria cowok misterius yang dibutuhkan di film ini.
Hasilnya, film ini berakhir begitu saja tanpa sempat memberikan penonton untuk merasakan intensitas emosi Luce dan Daniel. Ini sudah pasti bukan tipikal film romantis yang akan digilai banyak orang. Lagipula, film ini cenderung membosankan untuk film yang menjual kisah romantis penuh perjuangan.
