Habis dicaci-maki kritikus dan pencinta film, M. Night Shyamalan mencoba membalas kegagalannya lewat Split. Apakah berhasil?

Sudah lama sekali rasanya M. Night Shyamalan tidak membuat film yang membuat penontonnya berdebar-debar dan penasaran sampai akhir. Tentunya juga twist yang sudah menjadi ciri khas dari sutradara satu ini. Tahun ini, ia hadir dengan karya terbarunya berjudul Split yang mengusung tema kepribadian ganda. Karya yang ia tulis dan sutradarai sendiri ini langsung mendapat tempat di hati penonton dan juga sukses secara finansial di tangga box office. Respon positif pun berdatangan untuk karya terbarunya ini. Mungkinkan Split menjadi jawaban untuk kembalinya Shyamalan ke tangga sutradara yang diperhitungkan?
Menggaet James McAvoy (X-Men: First Class) sebagai pemain utama adalah langkah tepat pertama yang dilakukan oleh Shyamalan. Di film ini, akting McAvoy-lah yang menjadi kunci utama dari hasil positif yang didapatkan. McAvoy memerankan Kevin Wendell Crumb, seorang pria dengan masa lalu kelam sehingga kepribadiannya terpecah. Pemeran Prof. X ini dengan lihai berakting memainkan banyak karakter kepribadian dengan lugas. Ia bisa menampilkan akting dua kepribadian yang berganti-ganti dengan baik. Setiap kepribadian yang muncul bisa ia tampilkan tanpa terpengaruh dengan kepribadian yang lain. Film ini adalah bukti dari kemampuan akting aktor kelahiran Glasgow, 21 April tahun 1979.

Shyamalan adalah sutradara yang piawai dalam membuat cerita. Split menjadi salah satu karya terbaiknya dalam bercerita. Dari awal, penonton langsung dibawa dalam kehidupan Kevin dan kepribadian gandanya. Intrik yang ada disajikan dengan pace yang tepat sehingga tidak ada momen yang sempat membuat penonton bosan. Selain itu, Shymalan juga pintar memilih artis untuk menjadi karakter lain pendamping McAvoy. Anya Taylor-Joy yang sedang bersinar pasca filmnya The Witch mendapat respon positif, menjadi pemanis yang kuat dari sisi penampilan dan akting.
Film ini bukan film yang berat, di mana Jelata harus memutar otak dan berpikir untuk mendalami dan mengerti apa yang disajikan. Tema yang diangkat memang cukup sulit, tetapi Shyamalan berhasil membuatnya ringan dan nikmat untuk disaksikan. Bagi anda yang sudah mengikuti karir sang sutradara dan menonton semua film-film beliau maka sebuah twist di akhir film akan membuat Jelata bertepuk tangan dan melongo karena tidak menyangka jika film ini adalah sebuah multiverse. Jangan lewatkan film ini saat tayang di bioskop terdekat.