Perubahan selalu mendapat perlawanan.
Sejak Inconvenient Truth keluar pada tahun 2006 lalu dunia seolah disadarkan dengan dampak global warming yang semakin berbahaya karena peningkatan kadar CO2 di atmosfer kita. Peningkatan suhu bumi dan efeknya yang membuat banyak bencana alam terjadi semakin menjadi pendorong bagi Al Gore untuk lebih menggiatkan pemahaman perubahan iklim ini dengan membentuk Climate Reality Project. Proyek ini melatih banyak relawan yang disebut Climate Leader untuk menyebarkan pengetahuan tentang perubahan iklim ini ke siapa saja.
Melalui film kedua ini, Al Gore lebih menekankan pada hambatan yang ditemuinya saat memberikan penyuluhan di seluruh dunia. Hambatan ini sayangnya berasal dari orang-orang berpengaruh yang memiliki kuasa untuk membuat keputusan. Namun, hal ini tidak menyurutkan usaha mantan wakil presiden Amerika Serikat untuk makin menyebarkan pengetahuan tentang pemanasan global.
Usaha tidak kenal lelah Al Gore, yang memberikannya penghargaan Nobel ini, membuat PBB tergerak mengadakan perjanjian dunia di Paris untuk perubahan iklim pada tahun 2016. Semua kepala negara yang hadir setuju untuk mengurangi emisi karbon hingga setengahnya menjelang tahun 2050. Perjuangan ini tidak mudah karena Al Gore harus melobi banyak pemerintah dunia agar perjanjian ini disetujui.

Salah satu yang menarik dari film dokumenter ini adalah data-data yang diberikan dan diperlihatkan. Ternyata, kita selama ini terlena dan apati pada hal-hal kecil yang memberikan efek besar pada lingkungan. Banyak orang dalam dokumenter ini yang akhirnya menyadari jika perubahan iklim dan pemanasan global itu nyata dan sudah terasa akibatnya. Hal yang menurut mereka beberapa tahun lalu tidak mungkin terjadi dan hanya omong kosong.
Menjelang akhir film kita akan melihat bahwa tantangan terbesar bagi perubahan itu memang berasal dari sekitar kita. Semua yang sudah dikerjakan dengan sepenuh hati ternyata dihancurkan oleh kerja segelintir orang yang sedihnya berasal dari lingkungan yang sama.
Film dokumenter luar biasa ini tidak saja memberikan pengetahuan tapi juga penekanan jika perubahan itu tidaklah mudah walau dampaknya akan bagus untuk masa depan. Jika pemimpinmu tidak mendukung perubahan maka rakyatlah yang harus bergerak untuk berubah. Lakukan perubahan ini seolah dunia kita taruhannya dan memang dunia kitalah taruhannya.
