CHARLIE'S ANGELS: Menghidupkan Kembali Gairah Film Mata-Mata Wanita yang Asyik

by Dwi Retno Kusuma Wardhany 66 views

CHARLIE'S ANGELS: Menghidupkan Kembali Gairah Film Mata-Mata Wanita yang Asyik
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Fun, corny, and bad ass

Sukses dengan Pitch Perfect 3, Elizabeth Banks pun mencoba peruntungan di genre action. Tapi, ia dengan cerdas memilih film yang masih memiliki energi girl power yang kuat. Dengan pengalamannya di Pitch Perfect, Banks mencoba membawa energi fun yang sama pada franchise yang sudah sekarat. Pembaharuannya dimulai dengan merekrut aktris-aktris muda yang sedang naik daun menjadi Angel terbaru. Kristen Stewart, Naomi Scott, dan Ella Ballinska terpilih menjadi wajah baru trio Charlie’s Angel. Sebuah langkah yang fresh dan nantinya terbukti memberi nafas baru pada franchise ini.

Charlie’s Angel bukanlah sepenuhnya sebuah cerita baru yang berdiri sendiri, ia tetap memiliki keterkaitan dengan Charlie’s Angel pada masa Cameron Diaz, Drew Barrymore, dan Lucy Liu. Namun, bagaimana keterkaitan tersebut? Tentunya akan lebih menarik jika ditonton sendiri. Nilai plus terbesar dari film ini adalah interaksi dari ketiga karakter utama. Mereka yang awalnya asing, akhirnya menjadi dekat karena semua kejadian yang ada. Celotehan dan saling timpa dialog mereka terlihat sangat natural.

Stewart jelas yang paling berpengalaman di dunia akting dari ketiga karakter utama ini. Namun, pemain baru seperti Ella Ballinska mampu mengimbangi akting dan menghidupkan karakternya dengan baik. Yang cukup kurang sepertinya Naomi Scott. Aktingnya di film ini terlihat berlebihan. Terlepas dari semua itu, interaksi mereka bertiga sangat menarik.


Banks sebagai sutradara sepertinya paham betul bagaimana membuat karakter wanita yang kuat, tapi tidak terjerumus pada feminisme yang berlebihan. Kuat, tapi masih masuk akal dan manusiawi. Mereka bisa menang, namun juga bisa kalah dan rapuh. Inilah yang membuat film ini menjadi menarik. Para Angels juga digambarkan sebagai sosok manusia yang walaupun hebat dan jagoan, tapi punya sisi emosi yang dalam.

Jika dibandingkan dengan film-film aksi lain, sebenarnya tidak ada yang istimewa dari film ini. Aksinya terlihat biasa saja, bukan sesuatu yang ditonjolkan. Sudah jelas, jualan utama film ini bukan terletak pada adegan aksinya. Karakter penjahatnya juga tergolong biasa saja, walaupun sudah menggunakan aktor kelas atas untuk memerankannya. Jika kita biasa mengikuti film-film bertemakan mata-mata, maka sudah lazim akan ada twist dalam film tersebut. Sayangnya, twist di film ini juga mudah tertebak dan tidak begitu dieksekusi dengan baik.

Charlie’s Angels adalah film yang menyenangkan. Kita akan terhibur setelah menontonnya. Memang tidak ada hal baru yang ditawarkan tetapi perubahan yang dilakukan membuat semuanya termaafkan.