Kucing-kucing CGI, bagus atau merinding?
Menjelang berakhirnya tahun 2019, sebuah film musikal kembali di layar lebar untuk mewarnai dan memeriahkan penutup tahun ini. CATS, adaptasi dari drama musikal Broadway karya Andrew Lloyd Webber pada tahun 1982 ini memakai teknik menggabungkan manusia asli dengan CGI. Sayangnya, bukan terlihat indah, film ini malah menjadi mimpi buruk untuk sebagian penontonnya.
Film ini menceritakan tentang Victoria (Francesca Hayward), seekor kucing yang dibuang oleh pemiliknya di jalanan London. Di sana, Victoria bertemu kucing-kucing lain yang menyebut dirinya sebagai Kucing Jellicle. Nantinya, akan ada ritual tahunan di kalangan kucing untuk memilih satu kucing yang terlahir kembali menjadi kucing impian mereka.
CATS merupakan sebuah film
yang mirip dengan Les Misérables,
mungkin karena memang disutradarai oleh orang yang sama, Tom Hooper. Berbeda
dengan Les Misérables yang menarik
banyak penghargaan dari awal hingga akhir, CATS justru menjadi
kekhawatiran sendiri bagi penikmat film. Penggabungan wajah manusia dengan
tubuh kucing CGI bukan perpaduan yang bisa dinikmati.

Karena jalan ceritanya sederhana, penonton tentu mengharapkan sebuah penampilan yang menarik mengingat ini
adalah film musikal. Namun, jangan berharap terlalu tinggi untuk
film ini. Meski memiliki lagu-lagu yang menarik, namun dengan
latar belakang yang full CGI dan kucing-kucing CGI juga, penampilan musikalnya jadi terasa tidak
maksimal, malah agak mengganggu. Tidak hanya kucing, kecoa dan tikus dalam film
ini juga berwajah manusia
dengan tubuh hewan. Benar-benar aneh untuk
dilihat.
CGI dalam film ini memang terbilang cukup baik di beberapa adegan. Namun, di beberapa adegan
lainnya sangat tidak realis. Banyak latar belakang yang menggunakan CGI terlihat
palsu. Hal tak realistis lainnya adalah
saat ukuran tubuh kucing sangat kecil dengan properti-properti manusia. Dari
awal film hingga hampir penutup film, penonton dibuat bosan dengan penampilan
yang full CGI tersebut. Untunglah, Rebel Wilson dan James Corden menyelamatkan film ini meski hanya sedikit. Lelucon dan
penampilan lucu mereka berhasil membuat
kita tertawa. Lagu yang dibawakan pun cukup meriah dan asyik di
telinga.
Secara keseluruhan film ini mungkin bisa dinikmati oleh penikmat musikal Broadway karena sudah familiar dengan lagu-lagu yang dibawakan di versi drama panggungnya. Namun, penonton awam kemungkinan besar akan merasa bosan selama hampir dua jam menyaksikan kucing-kucing CGI bernyanyi.