Little Women: Drama Perjuangan Wanita yang Hangat dan Memikat

by Prima Taufik 75 views

Little Women: Drama Perjuangan Wanita yang Hangat dan Memikat
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Semua orang akan bahagia pada waktunya

Film ini dibuat berdasarkan novel Little Women karya Louisa May Alcott yang cukup melegenda. Kisah tentang empat bersaudara March yang masing-masing memiliki masalah hidup sendiri pada abad ke-18 di Amerika. Pada masa itu, wanita sulit sekali mendapat perlakuan setara hingga jalan satu-satunya agar bisa diakui dan punya banyak uang adalah menikahi lelaki dari keluarga kaya. Namun, Jo March mencoba melawan tradisi itu dan ingin bisa berhasil lewat kerja kerasnya sendiri.


Mengadaptasi sebuah mahakarya tulisan yang sudah diagung-agungkan oleh banyak orang bukanlah persoalan mudah. Greta Gerwig mencoba mengambil tantangan ini. Ia dibantu dengan ansambel cast yang luar biasa, di antaranya ada Saoirse Ronan, Emma Watson, Florence Pugh, Eliza Scanlen, Timothy Chalamet, Bob Odenkirk, Laura Dern, dan lain-lain. Mereka mencoba menyajikan film tentang perjuangan wanita dan drama keluarga dengan durasi yang cukup panjang, 2 jam 15 menit.



 

Hasilnya, Little Women adalah sebuah drama yang sangat solid. Penceritaannya mengalir dengan asyik. Semua karakter mendapat closure-nya masing-masing. Tidak ada peran yang sia-sia dan cuma numpang lewat. Semua ditata dengan baik oleh Gerwig, menjadikan Little Women sebuah film yang hangat, humble, dan brillian dengan tata teknis yang menakjubkan sehingga Anda tidak akan bisa mengalihkan mata dari layar dan menikmati semua yang tersaji. Tidak ada konflik atau akting sedih yang berlebihan.

 

Beban terberat tentu ada di pundak Ronan sebagai pemeran Jo March, si tokoh sentral. Untuk Tentu, pemeran utama dalam Lady Bird ini tidak usah diragukan lagi. Aktingnya natural dan menghanyutkan. Ia bisa tegar, kuat, dan rapuh dalam satu waktu. Bahkan, dari tatapan matanya saja, kita bisa merasakan emosi yang dipancarkan karakternya. Satu lagi yang mencuri perhatian adalah Florence Pugh yang akhir-akhir ini sedang naik daun. Ia tampak effortless memerankan karakter Amy March. Kadang, ia tampak kekanak-kanakkan, tetapi bisa juga dewasa dan anggun. Interaksinya dengan Ronan bisa membuat senyum atau kadang kesal.



 

Acungan jempol patut diberikan pada editornya yang mampu meramu film ini dengan pas sehingga alur film mengalir dengan baik dan momen-momen penting bisa dinikmati dengan enak tanpa terburu-buru. Sulit membuat sebuah film drama dengan durasi lebih dari dua jam tanpa membosankan, apalagi ini mengenai kisah yang mungkin tidak dirasakan banyak orang. 


Enam nominasi di Piala Oscar cukup memberi gambaran betapa istimewanya film ini. Bagi Anda penikmat film drama dengan citarasa tinggi, jangan lewatkan Little Women.