The Invisible Man: Cara Menaklukkan Orang yang Tidak Kelihatan

by Prima Taufik

The Invisible Man: Cara Menaklukkan Orang yang Tidak Kelihatan
EDITOR'S RATING    

Cilukba!!

Melawan sesuatu yang tidak terlihat memang gampang-gampang susah. Sekeras apapun usaha kita, semuanya bergantung pada keyakinan. Itulah yang dirasakan Cecilia Klass (Elisabeth Moss) yang mengalami tekanan saat bersama pasangannya Adrian Griffin (Oliver Jackson-Cohen), ahli optik yang menemukan sesuatu yang luar biasa. Saat berusaha kabur dari pasangan, Cecilia masih merasakan jika masa lalunya masih membuntuti dalam arti sebenarnya, namun tidak terlihat. Bertekad membuktikan bahwa dirinya tidak gila, Cecilia bertahan hanya dengan keyakinannya.

Leigh Whannell berhasil menyajikan film yang membuat penonton tegang sepanjang 124 menit. Dari awal, film ini sudah diberi sentuhan layaknya film horor. Pergerakan kamera dan tata cahayanya benar-benar memberikan efek dihantui. Walau tidak banyak menyajikan hal-hal luar biasa, tapi film ini berhasil membangkitkan kengerian penontonnya dengan efektif. Alur cerita juga dibuat lebih logis dengan asal usul invisible man yang lebih up to date. Penonton bisa dengan mudah memaklumi kenapa seseorang menjadi tidak terlihat. 


Secara cerita, film ini tidak membuang-buang waktu untuk langsung masuk ke pokok permasalahan. Bahkan sejak menit pertama kita sudah diberi kisi-kisi akan semenegangkan apa filmnya. Tidak ada menit yang terbuang dan berasa sia-sia. Semua adegan punya maksud dan tujuan. Bahkan walau penonton sudah tahu apa yang terjadi, kita masih dibuat tegang oleh keadaan.

Moss menunjukkan akting yang sempurna sebagai wanita yang tertekan oleh pasangannya. Akting paranoid-nya benar-benar bagus membuat kita simpati akan tokohnya dan bisa membayangkan sendiri bagaimana seandainya kita yang berada di posisi Cecilia. Karakter lain sebenarnya tidak jelek, tapi harus diakui Moss-lah yang mengangkat film ini. Cerita yang bagus akan sia-sia jika para aktor yang memerankan tidak bermain sepenuh hati. Di sini, kita akan percaya jika Moss benar-benar sakit jiwa jika kita mengambil sudut pandang karakter lain.

Jika teknologi seperti di film ini benar-benar nyata maka sudah tidak akan ada privasi lagi bagi semua orang di dunia. Kalian tidak tahu siapa yang bersama kalian saat kalian terbaring melepas lelah di malam hari.


Artikel Terkait