Bucin: Kumpulan Sketsa Komedi Ala Youtube

by Takdir

Bucin: Kumpulan Sketsa Komedi Ala Youtube
EDITOR'S RATING    

Sebab musabab kebucinan yang ternyata "Yah, gitu doang."

Awalnya film Bucin yang menjadi debut penyutradaraan dari Youtuber Chandra Liow akan rilis di bioskop pada 26 Maret 2020. Namun karena pandemi, film ini akhirnya rilis di Netflix. Kisahnya cukup sederhana, yakni empat sahabat yang merasa bahwa hubungan mereka sudah tidak sehat karena dikuasai oleh kebucinan alias menjadi budak cinta. Untuk itu, mereka berusaha melepaskan diri dari sifat bucin itu dengan mengikuti Kelas Anti-Bucin. 


Meskipun dianggap merusak, namun tidak dijelaskan sama sekali apakah sifat bucin tersebut merugikan siapa pun. Penjelasan "bucin ngehancurin kita" juga terasa biasa saja. Tidak ada pertaruhan yang membuat penonton merasa "wah ini sulit banget pilihannya". Pokoknya, Andovi da Lopez, Tommy Limm, Jovial da Lopez, dan Chandra Liow menderita karena bucin (yang sebenarnya tidak menderita-menderita banget) dan memutuskan ikut kelas anti-bucin.

 

Sebuah kelas yang aneh dan akan mengingatkan pada film SAW. Kelas itu dipimpin oleh Vania (Susan Sameh). Berbagai kelucuan timbul, hubungan asmara masing-masing karakter teruji, bahkan pertemanan mereka juga mengalami cobaan yang berat. Bisakah mereka lepas dari kebucinan yang mereka anggap merugikan diri? Sayangnya, film ini dari segi cerita cenderung acak-acakan, seperti sketsa-sketsa komedi YouTube yang dirakit menjadi satu. Pokoknya asal lucu saja dan banyak adegan dipanjang-panjangkan sebab sadar bahwa kualitas naskahnya yang “tipis” butuh dibantu.



 

Tidak semua leluconnya bisa memancing tawa, kebanyakan malah biasa saja. Film ini mengombinasikan slapstick, drama, dan komedi dari dialog. Sebenarnya, ini tidak masalah, hanya yang menjadi permasalahan adalah leluconnya terlalu pop-culture orang kota atau mereka yang sudah sering berselancar di kanal YouTube menonton lelucon-lelucon orang kota. Yang menjadi penyelamat dari cerita yang acak-acakan ini adalah kehadiran Susan Sameh yang menarik. Sisanya, karakter-karakter utamanya seperti memerankan diri sendiri yang tidak jauh dari konten YouTube mereka sendiri.


Banyaknya kekurangan dalam BUCIN mungkin bisa dimaklumi jika melihat rekam jejak Chandra Liow yang baru memulai debutnya sebagai sutradara dengan naskah yang ditulis oleh Jovial da Lopez ini. Tentunya, membuat film berdurasi 90 menit dengan video Youtube jauh berbeda. Jika memang Liow berniat untuk serius terjun di dunia film, dia tentunya masih harus menimba lebih banyak ilmu dari rekan-rekannya yang sudah lebih senior. Anggap saja BUCIN sebagai pembuka jalan bahwa Youtuber pun bisa jadi sutradara.



Artikel Terkait