SEO BOK – Bromance Sci-Fi dengan Pesan untuk Menghargai Hidup

by Takdir 331 views

SEO BOK – Bromance Sci-Fi dengan Pesan  untuk Menghargai Hidup
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Mengandung pesan moral kesukaan orang Indonesia!

Seo Bok termasuk dalam jajaran film yang terpaksa ditunda penayangannya karena pandemi Covid-19. Awalnya, film ini akan rilis Desember 2020, namun akhirnya ditunda sampai 15 April 2021. Seo Bok adalah karya terbaru Lee Yong-joo dalam sembilan tahun terakhir pasca Architecture 101, salah satu film romantis terlaris sepanjang masa di Korea Selatan.

Nama Gong Yoo dan Park Bo-gum sudah menjadi jaminan tersendiri. Keduanya tidak sembarangan memilih film layar lebar sehingga soal kualitas cerita dan akting tidak perlu ditanya. Gong Yoo memerankan Ki Hun, mantan agen intelijen yang terlibat dalam plot pengusaha kaya pemilik perusahaan kloning manusia, pemerintah, dan objek kloning itu sendiri, Seo Bok (Park Bo-Gum). 

Jika familiar dengan dongeng sejarah Korea, nama Seobok sendiri berbasis dari kisah Xu Fu dari dinasti Qing yang ditugaskan mencari obat anti-mati. Ya, Seo Bok adalah manusia ciptaan yang dalam tubuhnya memiliki berbagai elemen biologis untuk mencegah kematian secara alami. Artinya, Seo Bok bisa hidup abadi.


Selain itu, Seo Bok juga punya kekuatan super laksana Magneto. Jadi, jangan macam-macam dengan Seo Bok ya. Apalagi kalau menyebut “Seo bok obok airnya diobok obok,” mungkin dia akan marah sampai bisa melawan gelombang samudera atau mencegah peluru. Maka sudah bisa ditebak, tugas Ki Hun adalah menjaga Seo Bok dari tangan-tangan jahat yang mau “mengobok-obok” dirinya.

Terselip pula bromance singkat antara kedua pemeran utama ini. Sesuatu yang akan membuat para penggemar wanita menjerit histeris. Tetapi, jangan berharap banyak sebab porsi besar film ini adalah kejar-kejaran antara pihak-pihak jahat dan Seo Bok. Jika film ini dibuat oleh Hollywood, pasti akan murni hanya menampilkan aksi. Namun, film ini mampu menceritakan bahwa akan sia-sia jika manusia mencari cara agar tidak mati. Karena hidup memiliki akhirlah, hidup yang sekarang terasa berharga. Pesan ini sangat bagus diungkapkan tanpa terkesan menggurui atau berlebihan. Jadi, ini laksana film sci-fi aksi dengan bobot pesan yang pas. Mungkin memang pesannya terasa sangat verbal, tetapi wajar saja sebab ini film "besar." Bukan film seni yang cukup menyampaikan pesan dengan visual yang sunyi suci dalam debu.


Selain itu, untuk penonton drama Korea, pemeran-pemeran pendukung lain terasa familiar wajahnya sebab mereka pernah bermain dalam drama Korea, What’s Wrong with Secretary Kim dan It's Okay Not To Be Okay. Jangan lupa, Gong Yoo sendiri bermain dalam drama Korea Goblin dan Park Bo Gum dalam Record of Youth. Soal efek spesial, tidak perlu dipermasalahkan, sudah setara dengan Hollywood. Jadi, ini adalah sci-fi dengan nilai produksi yang bagus. Lalu, apakah film ini menarik? Tentu, sebab selain pemerannya bermain baik, ada pesan moral (kesukaan orang Indonesia, kan?) juga cukup kuat. Selain pesan moral, ada juga pesan sponsor, yakni jangan beri spoiler soal film ini pada yang belum menonton sebab terdapat beberapa twist yang menarik.

Artikel Terkait