Black Widow: Kisah Sepi Natasha Romanoff Di Balik Keriuhan Avengers

by Dwi Retno Kusuma Wardhany 170 views

Black Widow: Kisah Sepi Natasha Romanoff Di Balik Keriuhan Avengers
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Penuh aksi, tapi tentu saja ada kekurangan di sana-sini.

Setelah lama tertunda, akhirnya bioskop dibuka kembali dan film-film box office yang sudah lama dinanti-nanti mulai masuk ke Indonesia. Salah satunya adalah film andalan Marvel, Black Widow. Di sini, Scarlett Johansson menjadi tulang punggung setelah di film-film Marvel sebelumnya lebih banyak berperan sebagai karakter pendamping. 

Film ini mengambil setting waktu setelah Captain America: Civil War dan sebelum Avengers: Infinity War. Di sini, Natasha digambarkan sedang dalam pelarian setelah membantu Steve Rogers lolos. Jenderal Ross mengerahkan pasukan terbaiknya untuk menangkap Natasha sehingga ahli senjata ini harus menyingkir hingga ke tempat terpencil.

Di film ini, kita bisa melihat bagaimana kehidupan Natasha di luar kelompok Avengers. Sepi, sendiri, dan penuh dengan kekhawatiran hingga harus siap kabur setiap saat. Selain itu, kita juga akan disuguhi sedikit cuplikan dari masa lalu Natasha saat direkrut menjadi Black Widow. Ada juga beberapa karakter penting yang muncul berkaitan dengan masa lalu Natasha, yaitu Yelena Belova (Florence Pugh), Melina (Rachel Weisz), dan Alexei (David Harbour). Mereka adalah sosok yang di- setting oleh Red Room - organisasi pembentuk Black Widow- untuk menjadi keluarga palsu saat Natasha masih kecil.


Layaknya film aksi, selain kisah karakter utama, yang ditonjolkan adalah adegan pertempuran antara kebaikan dan kejahatan. Di film ini, ada beberapa adegan aksi, namun yang paling seru bukanlah di akhir film, tapi saat adegan kejar-kejaran antara Natasha dan Yelena melawan Taskmaster. Taskmaster sendiri merupakan musuh yang menarik karena kemampuannya yang bisa meniru semua gerakan musuh. Sayang, Olga Kurylenko yang didapuk untuk memerankan karakter ini, nyaris tidak pernah memperlihatkan wajahnya hingga menjelang akhir film. Tapi, melihat bagaimana nasib karakter Taskmaster ini di ending film, tampaknya kita masih akan bisa melihat karakter ini muncul di film-film Marvel lainnya.

Selain aksi, yang menarik dari film ini tentu saja adalah interaksi antara Natasha dan Yelena. Kakak-beradik bentukan Red Room ini memiliki karakter yang berbeda. Kalau Natasha sangat serius dan terencana, Yelena lebih santai dan suka membuat celetukan-celetukan yang mengundang senyum. Akting Pugh sudah tidak perlu diragukan lagi. Karakter White Widow pasti akan menarik minat penggemar Marvel ke depannya sama seperti saat Scarlett Johansson pertama kali diperkenalkan sebagai Black Widow. Rachel Weisz dan David Harbour juga sebenarnya memiliki karakter unik, sayangnya yang satu minim screen time dan yang satu terlalu mengganggu.


Meski ada sesi membosankannya, tapi film Black Widow cukup menghibur bagi penggemar Marvel meski tidak menampilkan sesuatu yang baru. Film ini dan film-film Marvel lainnya seperti sudah punya template khusus yang tinggal diikuti sehingga jarang sekali ada sisi baru yang bisa dinikmati. Bagi penonton, tentunya juga sudah paham kalau setiap film Marvel memiliki keterkaitan jadi akan banyak tebaran-tebaran petunjuk di Black Widow yang bisa dikaitkan dengan film-film Marvel Cinematic Universe lainnya. Terakhir, tentu saja jangan lewatkan after credit scene-nya yang cukup mengejutkan.