Space Jam: A New Legacy – Sebuah Nostalgia (Hanya Untuk Yang Paham Saja)

by 164 views

Space Jam: A New Legacy – Sebuah Nostalgia (Hanya Untuk Yang Paham Saja)
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Kembalinya seorang mega atlet ke dunia Looney Tunes (tanpa meninggalkan bekas apa pun).

Pada masanya, Space Jam menjadi salah satu film yang sukses. Menampilkan mega-atlet, Michael Jordan, yang membantu karakter-karakter Looney Tunes bertanding basket dengan alien jahat, film ini sukses meraih pendapatan hingga $250 juta dari bujet pembuatan yang “hanya” $80 juta. Semua karakter Looney Tunes dimunculkan, seperti Bugs Bunny, Daffy Duck, Sylvester, Tweety, Tasmanian Devil, Yosemite Sam, hingga Road Runner. Pada saat itu, menyatukan animasi dan orang asli memang bisa membuat kagum. Sekuelnya memang sudah lama dibicarakan, tapi baru terwujud 25 tahun kemudian lewat Space Jam: A New Legacy. Kali ini, atlet yang digaet adalah LeBron James. 

Bagi para pencinta NBA masa kini, nama LeBron James punya daya tarik yang sama seperti Michael Jordan pada masanya. Namun, mungkin kaum milenial sekarang sudah tidak begitu kenal karakter-karakter kartun Looney Tunes dan semua leluconnya yang klasik. Bagi kita yang tumbuh besar dengan menonton Bugs Bunny dan kawan-kawan beraksi di layar TV, bisa sedikit bernostalgia karena nyaris semua karakter yang kita kenal dulu muncul, seperti Bugs, Daffy Duck, Tweety, Silvester, Tasmanian Devil, Granny, Porky Pig, dan masih banyak lagi. 


Berbeda dengan film sebelumnya yang lebih fokus pada usaha Michael Jordan menolong para Tune dari musuh, A New Legacy memasukkan drama keluarga dengan cerita tentang Bron yang berusaha memaksakan keinginannya kepada sang anak, Dom, hingga membuat Dom mudah dipengaruhi Al G Rhythm untuk melawan sang ayah. Sayangnya, hal ini malah menjadi titik lemah dari A New Legacy. Adegan dramanya malah jadi terasa canggung karena akting Bron yang kurang sempurna dan screen time para karakter Looney Tunes dengan keunikan mereka pun jadi berkurang. Padahal, itulah yang menjadi daya tarik di film pertama. 

Untunglah, film ini masih menampilkan Bugs dan kroni-kroninya dalam bentuk 2D yang tentu lebih familiar dan klasik. Pertandingannya memang menarik dengan tambahan-tambahan ala video gim masa kini, tapi malah tidak terasa esensi basket yang sebenarnya dengan layup, three point shoot, dan lain-lain. Tidak ada ketegangan saat kejar-kejaran angka terjadi. Skor malah bertambah dengan hal-hal yang “terlalu milenial.” 


Kredit lebih mungkin patut disematkan pada gila-gilaannya Warner Bros. memasukkan karakter semesta lain ke dunia Space Jam. Mulai dari Harry Potter, Game of Thrones, The Matrix, Mad Max, DC Animation, sampai film klasik Casablanca. Bahkan, kalau mau jeli, banyak karakter yang duduk di bangku penonton saat pertandingan berlangsung, seperti Pennywise IT, The Night King Game of Thrones, Agent Smith dari The Matrix, penyihir jahat di Wizards of Oz, Iron Giant, King Kong, Robin, Batman, dan masih banyak lagi. 


Artikel Terkait