Candyman: Film Drama dengan Sepercik Horor (Bukan Sebaliknya)

by Dwi Retno Kusuma Wardhany 559 views

Candyman: Film Drama dengan Sepercik Horor (Bukan Sebaliknya)
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Bukannya menakutkan, tapi malah memilukan

Meski tidak masuk film-film sukses, namun Candyman (1992) dianggap sebagai film cult hingga saat ini. Film horror dengan karakter utama berkulit hitam dan naskahnya mengandung kritik sosial (meski mungkin halus) memang bisa dihitung dengan jari di dunia perfilman Hollywood. Maka, tidak heran jika Jordan Peele di kursi produser dan Nia Dacosta sebagai sutradara memutuskan membuat ulang Candyman

Jika awalnya kita mengira ini reboot atau remake, ternyata bukan. Film ini bisa dibilang sekuel dari Candyman (1992) karena kisahnya yang berkesinambungan. Menonton Candyman 2021 memang lebih baik jika sudah menonton film originalnya sehingga tidak terlalu bingung. Namun, bukan berarti penonton baru dibiarkan melongo begitu saja karena film ini juga memasukkan narasi mengenai legenda urban yang merupakan setting di film pertama.


Jika mengharapkan horor murni, seperti Conjuring, atau bahkan film slasher, seperti Scream, kita akan kecewa. Pasalnya, penampilan Candyman di sini tidak begitu menyeramkan dengan penampakan-penampakan mengagetkan. Terhitung, hanya dua atau tiga kali penampakannya yang cukup bikin penonton tersentak. Sisanya, berjalan biasa saja. 

Bisa dibilang, Candyman penuh muatan sindiran sosial, khususnya pada kondisi orang kulit hitam di Amerika yang sering mengalami tekanan dan kekerasan. Bisa dibilang, kritik dalam film ini nyaris menguasai 75%, sementara horornya hanyalah “kendaraan” untuk memperlihatkan situasi tersebut. 


Dari awal hingga pertengahan, penonton dibawa ke kehidupan Anthony McCoy, seorang pelukis yang tertarik pada legenda Candyman. Misteri dan pertanyaan pelan-pelan mulai bertumpuk di benak kita mengenai sosok Candyman ini. Apakah benar dia hantu haus darah yang membunuh korbannya yang mengucapkan namanya di depan cermin? Apa solusi untuk melawannya? Sayang, pertanyaan yang sudah dikumpulkan dari awal ini, tiba-tiba diakhiri dengan ending yang membingungkan. Membuat kita tidak tahu apakah harus kaget, bingung, atau takjub.

Candyman bukan film buruk, tapi jika harus dikategorikan ke dalam genre, mungkin lebih tepat jika disebut film drama dengan sepercik horor ketimbang sebaliknya. Jelas, ini mengecewakan bagi mereka yang senang ditakut-takuti dan dikagetkan.