Radioactive: Biopik Sang Penemu Unsur Radioaktif Tanpa Glorifikasi

by Dwi Retno Kusuma Wardhany

Radioactive: Biopik Sang Penemu Unsur Radioaktif Tanpa Glorifikasi
EDITOR'S RATING    

Hidup seorang penemu itu ternyata tidak mudah.

Di tengah hingar-bingarnya dua film besar di minggu ini dan minggu depan, yaitu Spider-Man: No Way Home dan The Matrix: Ressurections, ada satu film biopik yang bisa jadi pilihan tontonan di minggu mendatang. Berjudul Radioactive, film ini mengisahkan kehidupan penemu unsur radioaktif asal Polandia, Marie Curie.

Bisa ditebak, film biopik seperti ini tentunya menghadirkan lika-liku kehidupan sang tokoh dalam satu masa terpenting di hidupnya. Radioactive memperlihatkan masa-masa saat Marie Skłodowska sedang berjuang mencari laboratorium untuk melanjutkan penelitiannya dan bertemu Pierre Curie yang pada akhirnya tidak hanya memberi tempat, tapi juga hatinya. 

Meski banyak istilah kimia, namun tidak perlu mengerutkan kening karena intinya bukanlah unsur-unsur apa yang dicampur Curie demi menemukan radioaktif. Film ini lebih mengedepankan perjuangan Curie, baik dalam penelitian, kehidupan pernikahan, hingga pengakuannya sebagai penemu. Alurnya mungkin terasa datar, tidak ada konflik yang berarti dan mengaduk-aduk emosi penonton. Tapi, bisa dibilang, inilah yang menjadi kelebihan film ini. Kisah tokoh nyata yang berjalan apa adanya, tanpa ada glorifikasi berlebihan.


Ada satu sisi gelap Curie yang diungkap dalam Radioactive, yaitu saat dirinya berselingkuh dengan rekan peneliti yang sudah memiliki istri. Curie sendiri saat itu sedang diliputi kesedihan akibat meninggalnya Pierre karena diinjak-injak kuda saat menyeberang jalan. Namun, Marjane Satrapi selaku sutradara tidak lantas melakukan penghakiman atau pembenaran terhadap tindakan Curie tersebut.

Radioactive tidak hanya menampilkan kehidupan Marie Curie, tapi juga beberapa kejadian besar di dunia, seperti bom atom Hiroshima dan Nagasaki, percobaan bom nuklir di Nevada pada 1961, dan bencana Chernobyl pada 1986. Hal ini seakan menggambarkan bahwa selalu ada dua sisi pada sebuah penemuan, positif dan negatif. Tentu saja, positifnya adalah radioaktif kini digunakan di rumah sakit seluruh dunia untuk merontgen para pasien.


Artikel Terkait