The Batman: Versi Batman yang Malas Berolahraga, tapi Pintar

by Redaksi 643 views

The Batman: Versi Batman yang Malas Berolahraga, tapi Pintar
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Robert Pattinson memang cocok jadi karakter manusia pucat, jarang keluar siang, dan tinggal di mansion mewah

Dalam satu dekade, tiga Batman muncul di layar lebar dengan keunikan dan ciri khas sendiri.  Trilogi Batman milik Christopher Nolan menciptakan Batman paling realistis yang pernah ada. Ben Affleck, dengan arahan Zack Snyder, memainkan Batman senior yang sudah puluhan tahun menjadi vigilante di Gotham sehingga terlihat matang, berpengalaman, dan mampu menyeimbangkan kehidupannya sebagai Batman dan Bruce Wayne dengan baik. Kali ini, Robert Pattinson lewat arahan Matt Reeves muncul menjadi Batman yang lebih mengandalkan otak daripada skill beladiri dan gadget-nya. Sebuah versi dari Batman yang jarang sekali ditunjukkan di layar lebar, padahal di komiknya Batman adalah detektif terbaik di dunia.

Dengan memilih Pattinson sebagai Batman, jelas Reeves dan WB ingin Batman baru yang lebih muda dan segar. Dengan mengambil Pattinson, jelas sekali The Batman akan diproyeksikan untuk banyak film. Namun, hingga saat ini belum ada kabar sama sekali apakah Batman Pattinson akan jadi bagian dari DCEU. Kesimpulannya, walau memikat, Batman Pattinson sementara ini tidak akan bergabung ke semesta DC mana pun.

Film ini adalah contoh tepat bagaimana mengangkat sebuah game menjadi film. Ya, The Batman dengan durasi 176 menit membawa kita seolah bermain game konsol dengan memecahkan satu per satu petunjuk yang diberikan The Riddler. Reeves dengan jeli membuka satu-persatu petunjuk yang membuat jalan cerita mengalir. Bahkan tiga jam mungkin waktu yang kurang untuk menikmati film ini karena jelas beberapa adegan telah dipotong untuk mengurangi durasi film. 


Untuk durasi hampir tiga jam, film ini memiliki tempo yang statis. Bukan berarti membosankan, tetapi terasa pas sehingga membuat penonton terhanyut akan adegan di layar dan tidak sadar waktu berlalu. Adegan aksi dan drama silih berganti muncul, tanpa membuat tempo terputus. Tidak ada adegan yang terlalu high tempo atau juga yang terlalu lambat sehingga perhatian penonton tidak terganggu, kecuali mungkin ada panggilan alam mendesak. 

Berbeda dari film-film Batman lainnya, aksi heroik dan keren bukanlah jualan utama. Salah satu yang paling memorable adalah ketika Batman menggunakan Batmobile-nya. Reeves berhasil menghadirkan sebuah adegan kejar-kejaran seru antara Batman dan Penguin di jalan tol. Walau terlihat sederhana, Batmobile ini tidak kalah garang dengan pendahulunya. Apalagi saat booster dinyalakan dan suara mesinnya meraung, kita yang menonton film ini di bioskop dengan kapasitas sound mumpuni pasti akan menikmati gelegar suara mesinnya.


Beralih ke Robert Pattinson, di film ini bisa dibilang ia berperan sebagai Batman bukan Bruce Wayne. Karena kehadirannya di film ini 90% sebagai Batman dan hanya 10% saja ia menjadi Bruce Wayne. Hal menarik lain adalah interaksinya dengan Jim Gordon, yang masih berpangkat Letnan. Dua orang ini seperti film buddy-cop yang bahu-membahu untuk memecahkan teka-teki Riddler. Hanya saat berinteraksi dengan Jim Gordon-lah kita melihat bahwa Batman Pattinson juga memiliki emosi.

Selain Batman dan Jim Gordon, karakter ikonik lainnya yang muncul adalah Selina Kyle diperankan oleh Zoe Kravits. Meski interaksi awal antara Selina dan Batman cukup menarik, tapi makin ke ujung, terasa berkurang chemistry-nya. Mungkin, interaksi ini baru akan digali lebih dalam lagi di sekuelnya. Karakter lain walau penting tidak begitu menonjol, Alfred, Carmine Falcone, Penguin bahkan The Riddler sendiri pun tampak seperti pelengkap cerita perjalanan Batman memecahkan kasus.


Setelah menonton film ini, bisa dipastikan sekuel tidak lama lagi akan diumumkan. The Batman terasa segar dan berbeda dari pendahulunya. Publik yang skeptis pada Battinson pasti akan berbalik memuji dan meninginkan lanjutan kisah-kisahnya. Ada sedikit cuplikan tentang musuh ikonik Batman lainnya di film ini, apakah dia akan jadi villain selanjutnya? Bisa jadi, atau mungkin Matt Reeves dan tim bisa mengeksplorasi banyaknya katalog villain Batman yang belum unjuk gigi di layar lebar. Apa pun itu, kita berharap ekplorasi Batman pada sisi detektifnya ini tetap dipertahankan. Lalu pertanyaan terakhir apakah WB akan menyia-nyiakan aktor sekaliber Robert Pattinson tanpa memberikannya tempat di DCEU?