Jangan lihat trailernya, film ini dijamin sanggup mengocok perut kita
Dalam ranah komik asal Eropa, Asterix dan Obelix salah satu yang sangat populer. Kisah tentang desa kecil bernama Galia yang selalu gagal dikuasai Julius Caesar karena kekompakan dan ramuan kuat tersebut sudah terbit berjilid-jilid. Beberapa filmnya pun sudah dibuat dengan yang terbaru adalah Asterix & Obelix: The Middle Kingdom. Guillaume Canet yang duduk di kursi sutradara juga berperan ganda sebagai Asterix, sementara Obelix diperankan Gilles Lellouche yang menggantikan Gérard Depardieu.
Kali ini, Asterix, Obelix, dan Idiomatix (anjing Obelix yang setia) bertualang ke negeri Tiongkok untuk menolong Princess Fu Yi menumpas pemberontakan Pangeran Deng Tsin Quin yang menyekap ibunya, Kaisar Tiongkok Han Xuandi. Di sisi lain, Deng Tsin Quin meminta bantuan Julius Caesar, musuh bebuyutan tiga sekawan tersebut, untuk membantunya. Sudah bisa ditebak, akan terjadi pertempuran besar antara pasukan Tiongkok dengan pasukan Roma.
Meski film Perancis, tapi Asterix dan Obelix: The Middle Kingdom versi sulih suara bahasa Inggris-lah yang ditayangkan di bioskop nasional. Cukup mengherankan pada awalnya kenapa bukan memakai bahasa asli. Tapi, saat menontonnya, hal itu bisa dipahami. Lelucon Asterix & Obelix adalah lelucon dengan permainan kata, misalnya nama-nama mereka yang dibuat sesuai nama masa kini. Jika dipaksakan memakai bahasa Prancis, bisa jadi lelucon yang ingin disampaikan tidak akan terdengar lucu. Namun, berbeda dengan versi bahasa Inggris yang lebih mungkin mengundang gelak tawa bagi penonton lokal.
Sempat berjalan lambat di awal, Asterix & Obelix: The Middle Kingdom membuktikan kepiawaiannya dalam melucu di pertengahan hingga akhir. Banyak hal yang akan membuat kita tertawa terbahak-bahak, baik itu yang situasional mau pun lewat dialog. Jangan lupakan juga cameo Zlatan Ibrahimović yang menjadi tentara Julius Caesar bernama Antivirus.
Ceritanya sendiri sederhana, tanpa twist, dan tentunya mudah ditebak bagaimana akhirnya. Tapi, proses menuju ke sana adalah sesuatu yang enak untuk diikuti. Usaha Asterix untuk menghindari meminum ramuan agar bisa menjadi dirinya sendiri membuat kita penasaran, apakah akan berhasil? Tidak lupa pula, persahabatan Asterix dan Obelix yang masih menjadi pondasi dasar film ini.
Meski bukan salah satu karakter yang dikenal anak-anak masa kini, tapi bagi mereka yang tumbuh dengan membaca komik Asterix dan Obelix pasti akan merasa bernostalgia saat menontonnya.
