Sekumpulan remaja yang menganggap dunia orang mati adalah cara untuk bersenang-senang.
Salah satu film horor yang sedang hype dan cukup menjadi bahan perbincangan adalah Talk To Me. Film keluaran Australia ini didistribusikan oleh A24 dan tayang mulai 23 Agustus 2023 di bioskop Indonesia. Kabarnya, banyak sineas luar yang memuji ide ceritanya yang segar dan eksekusinya yang menarik.
Mia, seorang gadis yang kehilangan ibunya karena bunuh diri, berteman dekat dengan Jade yang memiliki adik cowok bernama Riley. Suatu malam, ketiganya datang ke pesta dan melihat permainan "Talk To Me": sebuah patung tangan ditaruh di atas meja dan mereka yang mengajukan diri harus bersalaman sambil mengatakan "Bicaralah padaku" dan sesosok hantu akan muncul. Jika si sukarelawan mengizinkan dirinya dirasuki, maka ia harus berkata "Aku mengizinkanmu untuk masuk." Permainan ngeri-ngeri sedap ini bukannya dipandang menakutkan, tapi dianggap keren oleh anak-anak muda sehingga viral di media sosial. Mia pun mencoba. Tapi, ia malah dihantui sosok-sosok menyeramkan. Apa yang terjadi?
Berbeda dari film horor lainnya, tensi film ini dibangun secara perlahan yang semuanya berpusat pada tangan batu. Sosok hantu yang muncul pun bukan seram, tapi menjijikkan. Mengingatkan kita pada hantu-hantu yang muncul di Thirteen Ghosts (2001) atau kalau untuk versi Asia-nya mungkin The Eye (2002). Sayangnya, penonton tidak diberi tahu asal-muasal tangan itu hingga bisa memanggil arwah.

Naskah yang dibuat Danny Philippou (juga bertindak sebagai sutradara) dan Bill Hinzman bisa dibilang minim jumpscare, tapi alih-alih melemparkan pertanyaan "Apa jadinya kalau manusia bermain-main dengan dunia arwah?". Konsekuensi itulah yang harus para remaja ini tanggung saat permainan mereka berubah menjadi mimpi buruk dalam sekejap. Cukup mengganggu, eksplisit, dan penuh darah, jadi untuk yang tidak kuat, siap-siap menutup mata.
Tidak hanya fokus pada horor, ada juga elemen keluarga yang dihadirkan melalui kehidupan Mia yang rumit. Rasa frustrasi Mia karena kehilangan sosok sang ibu dan tidak tahu apa yang terjadi pada saat ibunya bunuh diri menghiasi nyaris setengah film sehingga menggeser porsi horor itu sendiri. Meski menarik, tapi bagi penonton yang berharap diteror sepanjang film mungkin akan bosan.
Kredit lebih pantas dilayangkan pada Sophie Wilde yang sukses memerankan Mia. Terlihat baik-baik saja di awal, Mia ternyata memiliki pikiran terpendam yang malah merusak dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Wilde bisa menghadirkan Mia yang simpatik di satu sisi, tapi juga bikin kita pengen menjambak rambutnya saking kesal dengan sikapnya yang terkadang tidak peduli konsekuensi.
Jika mencari film horor yang penuh penampakan, lupakan Talk To Me. Tapi, jika mencari film horor dengan eksekusi menarik, sedikit ketegangan, sisipan drama keluarga, dan twist, film ini bisa menjadi pilihan.
