Past Lives: Kisah Cinta Pertama yang Bikin Sesak Dada

by Redaksi

Past Lives: Kisah Cinta Pertama yang Bikin Sesak Dada
EDITOR'S RATING    

Cinta monyet memang patut dikenang

Pernah punya cinta monyet zaman masih sekolah dulu? Naksir yang penuh rasa gemas dan kalau dipikir-pikir bikin baper, sekaligus mikir, “Hmm.. Dia apa kabar ya sekarang?” Perasaan campur aduk inilah yang diangkat secara apik oleh Celine Song dalam debut penyutradaraannya di film Past Lives keluaran A24 ini.

Past Lives menceritakan kisah Na Young/Nora (Greta Lee) dan Hae Sung (Teo Yoo) yang saingan sekaligus berteman dekat saat masih SD. Keduanya selalu bareng di sekolah dan jadi teman main ketika pulang. Begitu Na Young sekeluarga pindah ke Kanada, Hae Sung pun galau dan kesepian. 12 tahun kemudian, Hae Sung ‘bertemu’ lagi dengan Na Young yang sudah berganti nama menjadi Nora lewat Facebook. 12 tahun selanjutnya, mereka akhirnya bertemu untuk pertama kalinya di New York. Sayangnya, Nora sudah menikah dengan pria Amerika bernama Arthur (John Magaro).

Sebagai film drama romantis dengan durasi 106 menit, Past Lives mampu membuat penonton terpaku dan ikut terdiam mengikuti kisah Nora dan Hae Sung sampai credit title selesai. Cara penyampaian kisahnya sangat intimate, dengan banyak selipan shoot manis dan penuh ‘kode’ dari tangan ajaib sinematografer Shabier Kirchner. Saling tatap, tangan hampir bersentuhan, pelan-pelan tersenyum canggung tapi sorot mata menyampaikan banyak hal yang tidak terucap. Itu semua memberikan rasa ‘penuh’ namun terasa sesak di hati.


Musik pengiring yang dreamy hasil komposisi Christopher Bear dan Daniel Rossen juga sangat menunjang perjalanan kisah Hae Sung dan Nora. Film ini penuh dialog, dengan jumlah cast yang minim. Akan tetapi, tidak ada rasa bosan saat mengikuti alurnya. Justru kita dibuat ikut merasakan nostalgia yang personal, misalnya saat Nora dan Hae Sung ngobrol lama lewat Skype di sela tugas kuliah yang menumpuk.

Dialog yang disampaikan juga terasa sederhana dan cenderung biasa saja. Namun justru dari kesederhanaan itulah kita bisa related dengan perasaan getir yang ingin disampaikan Hae Sung, Nora, dan Arthur. Ada sentilan lucu dari Nora saat mendeskripsikan Hae Sung ke Arthur, betapa Hae Sung ‘sangat Korea’ dalam gaya bicara dan pola pikir. Begitu kisah berjalan, penonton bisa memahami dan bisa jadi setuju dengan perkataan Nora. Hae Sung yang melankolis dan masih terlalu baper dengan masa lalu persis seperti gambaran karakter umum male lead di drama TV.

Overall, berandai-andai soal percintaan yang sudah lewat dengan banyak 'what ifs' ibaratnya seperti pisau bermata dua. Past Lives ini memang kisah cinta masa lalu yang diangkat secara realistis dan mau nggak mau harus diterima dengan realistis juga. Kalau kamu berencana menonton film ini dengan pasangan, pastikan tidak ada masa lalu di antara kalian yang mengganjal. Satu lagi, film ini tidak ditampilkan dalam format layar penuh. Jadi sebaiknya pilih seat di sekitar area tengah dan bukan di pinggir atau pojok agar lebih nyaman.

Past Lives tayang di CGV dan Cinepolis mulai 15 November.


Artikel Terkait