Argylle: Dunia Spionase Imajinasi Matthew Vaughn yang Mind Blowing

by Redaksi

Argylle: Dunia Spionase Imajinasi Matthew Vaughn yang Mind Blowing
EDITOR'S RATING    

Film bagi kalian yang menganggap film tanpa twist bagai sayur tanpa garam

Spionase merupakan salah satu tema yang banyak diangkat ke ranah film. Beberapa franchise film sukses pun berdasarkan dunia mata-mata ini, sebut saja Mission: Impossible, James Bond, Bourne, Johnny English, dan masih banyak lagi. Ciri film tersebut tentunya sarat aksi, tipu-menipu, hingga penjahat yang ingin menguasai dunia tapi selalu kalah pada akhirnya. Jika hanya memakai formula ini, tentu hasilnya akan jadi film mata-mata yang mudah ditebak dan berkurang serunya. Tapi, tunggu dulu. Di tangan sutradara Matthew Vaughn dan penulis Jason Fuchs, pola ini dipelintir sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah film spionase yang ringan, seru, menyenangkan, dan penuh twist!

Elly Conway adalah seorang novelis dengan empat buku laris mengenai kisah fiksi seorang mata-mata bernama Argylle. Karena sikapnya yang introvert, ia jarang keluar rumah dan hanya menghabiskan hari-harinya bersama Alfie, kucing kesayangannya. Suatu hari, saat dalam perjalanan mengunjungi ibunya, Elly didatangi seorang pria bernama Aidan yang mengaku bahwa dirinya mata-mata dan berniat menyelamatkan Elly yang akan diculik. Ternyata, novel-novel yang ditulis Elly membuat sebuah sindikat kejahatan merasa gerah karena plot yang ia paparkan dalam buku tersebut persis dengan apa yang terjadi di dunia nyata. Kini, Elly dan Alfie harus kabur dari kejaran sindikat tersebut dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Setelah Kick Ass dan Kingsman: The Secret Service yang sukses mencuri perhatian, Matthew Vaughn kembali lagi menghadirkan sebuah film yang tidak hanya fun, tapi juga bisa bikin kita menganga berkali-kali. Bagaimana tidak, twist yang dihadirkan bukan cuma selapis, tapi beberapa lapis. Buat kalian pencinta film yang gila twist, Argylle jawabannya. Percayalah, di saat kita sudah merasa bahwa tidak ada lagi pelintiran yang bisa  dihadirkan, Vaughn melempar satu lagi hal tidak terduga sehingga kenikmatan menonton film ini kembali naik. 


Pemilihan cast-nya bisa dibilang cukup menarik. Kita baru sadar bahwa kita butuh Henry Cavill dan John Cena dalam satu film dengan plot semenarik ini. Sayang, durasi kemunculan mereka tergolong singkat. Padahal, kalau interaksinya dibuat lebih mendalam seperti film buddy-cop, mungkin akan lebih meninggalkan kesan. Namun, hadirnya Cavill sebagai Argylle jelas sudah menarik perhatian, apalagi dengan jaket Nehru dan rambut jabriknya itu. Aslinya, novel Argylle memang benar-benar ada dan pengarangnya pun bernama Elly Conway. Namun, isu yang tidak kalah heboh adalah konon Conway adalah nama samaran Taylor Swift dan Argylle adalah karyanya. Meski begitu, cerita antara film dan novel pun bisa dibilang jauh berbeda. Hanya beberapa elemen saja yang diambil untuk dibuat semesta baru. 

Argylle memang tidak sempurna. Ada beberapa momen yang terasa membosankan. Belum lagi efek spesial yang masih terasa kasar, khususnya green screen. Tidak hanya itu, organisasi rahasia yang ada di film ini pun tidak terlalu diperlihatkan "kejahatannya" sehingga mungkin membuat penonton bertanya: "Apa saja yang dilakukan sindikat ini sehingga bisa mengancam dunia?" Tidak hanya itu, sumber daya mereka tampak sedikit untuk sebuah kelompok besar dan semua dikerahkan untuk mengejar Elly saja. Namun, semua itu cukup bisa "termaafkan" dengan aksi berbalut lagu-lagu keren khas Matthew Vaughn.

Sejujurnya, sulit sekali menulis ulasan ini tanpa sedikit pun tercetus sesuatu yang akan mengungkapkan twist tersebut. Intinya, ini bukanlah film aksi spionase biasa. Silakan sibuk menebak-nebak sepanjang film dan nikmati rasa terkejut saat tebakan tersebut salah dan memutarbalikkan semua dugaan kita.