Roller coaster horor yang mendebarkan
Banyak kisah horor yang bersumber dari satu orang: ibu. Cinta yang begitu besar terhadap anaknya bisa mendorong seorang ibu bertindak aneh, bahkan di luar nalar sekalipun. Premis ini kembali diangkat oleh rumah produksi A24 melalui rilisan baru mereka, Bring Her Back. Dari trailernya sendiri, penonton sadar ada yang salah dengan seorang ibu dan putranya yang berbaik hati menampung dua anak yatim-piatu. Tapi, apa itu, kita harus menonton sendiri filmnya untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sebuah perjalanan roller coaster horor yang menarik, tapi juga sekaligus ngilu.
Kakak beradik Andy dan Piper kehilangan ayah mereka yang meninggal di kamar mandi setelah menjalani kemoterapi. Ini membuat keduanya akhirnya tinggal di sebuah rumah asuh yang dihuni seorang ibu, Laura, dan putranya yang tuli, Oliver. Meski awalnya Laura terlihat seperti seorang ibu yang baik, namun lambat-laun Andy sadar bahwa ada sesuatu yang aneh. Keadaan semakin diperparah dengan Oliver yang mulai bertindak di luar kendali hingga Piper yang terasa menjauh dari Andy dan semakin dekat dengan Laura. Tidak ada cara lain, Andy harus berupaya membawa Piper pergi dari rumah itu sebelum hal buruk menimpa mereka berdua.
Berbeda dari film-film horor yang menghadirkan penampakan jump scare, Bring Her Back membawa kengerian dengan menghadirkan suasana rumah yang terlihat biasa saja, tapi entah kenapa membuat tidak nyaman. Perasaan tidak nyaman semakin kentara saat Laura mulai bersikap aneh, Oliver yang bisu dan hanya menatap kosong ke suatu tempat, hingga potongan-potongan video agak buram yang menampilkan sebuah ritual. Semua itu membuat Bring Her Back sukses menampilkan selapis demi selapis misteri horor yang ada dan membuat penonton semakin penasaran.

Sally Hawkins, yang tampil ringan di film Paddington, sukses membuat penonton gregetan sekaligus ngeri. Dia berhasil menghidupkan karakter Laura yang terlihat perhatian, namun sebaliknya, menyembunyikan sisi gelap dari cinta seorang ibu kepada anaknya. Kredit lebih juga jelas harus dilayangkan pada Jonah Wren Phillips yang memerankan Oliver. Hanya dengan tatapannya, kita sudah dibuat merinding. Belum lagi tindak-tanduknya yang bisa membuat penonton satu bioskop menjerit dan menjadikan Bring Her Back berating 21+ untuk peredarannya di Indonesia.
Perlu diperhatikan bahwa rating 21+ yang disematkan pada Bring Her Back itu berarti akan ada beberapa adegan disturbing yang bisa men-trigger sebagian orang. Beberapa di antaranya kekerasan yang eksplisit dan self mutilated. Namun, adegan ngilu ini bukan tanpa sebab karena memang diperlukan untuk keutuhan cerita dan menekankan hal yang ingin disampaikan. Jadi, kalau memang tidak kuat, pejamkan mata saja.
Di antara film-film horor mainstream yang beredar, pasti ada satu-dua yang menjadi kuda hitam. Dianggap kecil, namun ternyata menyimpan premis yang menarik dan tidak monoton. Di pertengahan tahun, "tahta" itu diambil oleh Bring Her Back. Kalau kalian suka menonton film-film sejenis, seperti Hereditary, Talk To Me, atau Sinister, tonton ini di bioskop dan biarkan rasa penasaran membuat kita menebak-nebak sekaligus ngilu di saat yang sama. Yang jelas, tidak ada yang bisa menyamai cinta seorang ibu pada anaknya meski harus terpisah alam.
