Noise: Horor Penuh Teror dengan Sound Juara

by Redaksi

Noise: Horor Penuh Teror dengan Sound Juara
EDITOR'S RATING    

Teror psikologis untuk para penghuni apartemen

Banyak kejadian dan cerita seram yang beredar dari hunian bertingkat alias apartemen. Mulai dari suara aneh di unit lain, lift macet di lantai tertentu, adanya kasus kejahatan sadis, sampai kejadian bunuh diri atau temuan jenazah yang sudah lama terabaikan. Di tangan sutradara Lee Soo Jin, deretan kejadian tidak menyenangkan itu digarap jadi Noise, satu film debut bergenre horor yang sukses bikin parno. 

Joo Young (Lee Sun Bin) dan Joo Hee (Han Su Ah) adalah kakak beradik yatim piatu yang baru pindah ke satu unit apartemen. Orang tua mereka meninggal karena kecelakaan, keduanya pun mengalami cacat fisik dari kejadian itu. Gendang telinga Joo Young rusak hingga ia harus memakai alat bantu dengar, sementara Joo Hee mengalami pincang di satu kaki. Di tengah keterbatasan, keduanya sering diganggu lewat suara-suara aneh dari penghuni unit lantai atas.

Suatu hari, Joo Hee menghilang dari rumah. Joo Young pun berusaha mencari keberadaan sang adik di seluruh sudut apartemen. Rasa takutnya semakin kuat karena ia juga mendapat teror dari satu tetangga pria (Ryu Kyung Soo) yang tinggal tepat di unit lantai bawah. Namun, saat Joo Young melapor ke polisi, usahanya mulai dihalangi oleh beberapa penghuni lain. Curiga ada rahasia yang ditutupi, Joo Young memutuskan mencari adiknya, dengan bantuan Ki Hoon (Kim Min Suk), pacar sang adik.


Jika mencari film horor paket lengkap dengan treatment berbeda, Noise jelas patut dijajal. Segala jenis unsur kengerian yang ada di film horor ditampilkan di sini. Penampakan makhluk halus? Ada. Cipratan darah? Ada. Lorong gelap yang sunyi mencekam? Ini juga ada. Tapi, satu yang paling juara adalah kepiawaian sutradara dalam mengolah ketegangan lewat detail suara aneh dan super mengganggu di sepanjang film. Derap langkah kaki, bisikan halus, jeritan di kejauhan, sampai benturan dan decit benda yang bikin ngilu, semua hadir bersahutan seperti teror sungguhan.

Teknik pencahayaan juga jadi nilai plus di film ini. Gambaran komplek apartemen yang sudah dihuni beberapa generasi jadi terlihat realistis. Tidak terlihat terlalu tua, namun terasa jadulnya. Ditambah lagi detail jamur dinding, tumpukan barang bekas di basement, dan karat di beberapa bagian yang entah kenapa memberi rasa ngeri berbeda.

Adanya karakter utama yang punya masalah pendengaran juga jadi nilai plus dalam membangun mood film secara keseluruhan. Seperti kita tahu, keberadaan alat bantu dengar bisa menangkap gelombang suara secara detail, dan ini juga sukses bikin merinding. Meski plot cerita agak mudah ditebak, twist dalam film ini ditampilkan dengan cukup baik.


Munculnya Ryu Kyung Soo sebagai tetangga aneh memberi kesegaran baru, karena saat ini ia sedang naik daun lewat peran cowok green flag di drama original Netflix Our Unwritten Seoul. Akting Lee Sun Bin sebagai pemeran utama juga oke di sini, terlebih karena ini debut horor pertama dan ia biasa muncul di genre action-criminal serta romance yang santai.

Untuk yang ingin merasakan sensasi film horor dengan teror suara yang bikin merinding, silakan tonton Noise. Pastikan nonton di bioskop dengan sound apik seperti Dolby Atmos agar pengalaman nonton lebih berkesan dan rasa ngerinya terbawa sampai pulang


Artikel Terkait