The Naked Gun: Nostalgia Absurd yang Penuh Jokes Bapak-Bapak

by Redaksi

The Naked Gun: Nostalgia Absurd yang Penuh Jokes Bapak-Bapak
EDITOR'S RATING    

Tidak ada film sekarang yang berani segila ini

Memang, Hollywood saat ini sudah kehabisan ide. Hanya sedikit materi yang benar-benar orisinal. Sisanya adalah adaptasi, remake, reboot, sekuel, atau prekuel. Tentu saja tidak ada larangan soal itu. Mau buat apa pun, bebas-bebas saja. Namun, siapa yang menyangka bahwa The Naked Gun yang dicap absurd pada zamannya ternyata dibuatkan sekuel dengan pemain yang tidak disangka-sangka. Film orisinalnya sendiri tentulah sangat dikenal generasi terdahulu dan aktor Leslie Nielsen pun seakan sudah menyatu dengan karakter Frank Drebin yang ia perankan. Kini, untuk versi terbarunya, Liam Neeson didapuk menjadi Frank Drebin Jr. berpasangan dengan aktris Pamela Anderson. 

Setelah dianggap membuat kekacauan saat menggagalkan perampokan bank, Frank Drebin Jr. dialihkan ke kasus kecelakaan. Seorang ahli teknologi, Simon Davenport, ditemukan mati akibat mobilnya terguling. Dianggap sebagai kasus bunuh diri oleh pihak kepolisian, Beth yang merupakan saudari Simon memutuskan menemui Frank dan mengungkapkan kecurigaannya bahwa dalang di balik kematian saudaranya adalah CEO Edentech, Richard Cane. Keduanya pun bekerja sama menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi dan apa motif di balik kematian Simon. Hal ini ternyata membawa mereka membongkar rencana jahat Cane yang berniat mengacaukan dunia. 

Siapa pun yang mengusulkan Liam Neeson untuk memerankan karakter Frank Drebin Jr. patut diberi kenaikan gaji. Betapa tidak, Neeson layaknya Nielsen di film orisinalnya. Bertampang datar, tapi melakukan tindakan di luar nalar, tidak logis, dan absurd. Lupakan karakter bapak-bapak tangguh yang mengejar para penjahat demi menyelamatkan keluarga, Aslan yang penuh wibawa, atau Dewa Zeus yang begitu berkuasa. Neeson seakan ingin membuktikan bahwa dirinya memang aktor berkelas yang cuma tidak saja mahir sebagai jagoan, tapi juga komedian tanpa perlu banyak berkata-kata.


Me-remake The Naked Gun juga langkah berani, kalau tidak mau disebut gila. Di masanya, jokes bapak-bapak dan lelucon slapstick yang ditampilkan mungkin bisa membuat orang tertawa. Namun, apakah bisa diterima di masa sekarang? Entah dengan Gen Z, namun yang jelas Milenial akan sangat terhibur dengan "kebodoran" film ini, baik itu lewat karakter maupun situasi yang terjadi. Bahkan, saking membuat kita terus tertawa, kita akan lupa sedikit ceritanya. 

Memang, dari segi plot, akan mengingatkan kita pada salah satu film mata-mata terbaik, The Kingsman: Secret Service. Seperti halnya film yang meroketkan nama Taron Egerton itu, The Naked Gun yang disebut sebagai "legacy sequel" ini mengetengahkan upaya penjahat untuk merusak otak orang-orang melalui gawai sehari-hari, seperti ponsel, laptop, hingga smart TV. Nyaris sama dengan yang dilakukan Samuel L. Jackson di Kingsman, bukan? Tapi, kemiripan plot ini jelas bukan kesalahan besar dan masih bisa termaafkan.

Di tengah era film-film banjir CGI, The Naked Gun hadir dengan keabsurdan yang jauh dari kelogisan drama polisi, namun memberikan suasana yang segar. Terasa jelas bahwa mereka membuat film ini sebagai homage dengan lelucon yang akan mengingatkan kita pada film orisinalnya. Yang jelas, istirahatkan dulu logika kita saat menonton ini karena The Naked Gun jelas dibuat bukan untuk dipikirkan secara matang-matang, tapi memang diciptakan untuk membuat kita tertawa keras-keras.