Boss: Drama Preman Pinggiran Korea yang Super Rusuh

by Redaksi

Boss: Drama Preman Pinggiran Korea yang Super Rusuh
EDITOR'S RATING    

Passion lebih penting daripada uang!

Korea Selatan bisa dibilang cukup jago setiap mengolah film dengan premis komedi-aksi. Ada saja ide cerita yang diangkat, dan tak sedikit filmnya yang meledak di pasaran dunia hingga tembus rekor jutaan penonton. Mulai dari detektif paruh baya yang mengejar bandar narkoba di Veteran (2015), duo anak akpol yang memberantas human trafficking di Midnight Runners (2017), sampai polisi yang bersiasat mengejar kriminal tapi sembari menyamar jadi penjual ayam goreng di Extreme Job (2019). Semua chaotic, banyak adegan slapstick, tapi juga tidak ragu menunjukkan adegan aksi yang dramatis. Menjelang akhir tahun ini, ada film Boss yang diisi jajaran cast mumpuni. Sama rusuhnya, menghibur, dan tetap dengan premis tidak biasa.

Boss mengisahkan ruwetnya satu geng mafia kabupaten saat sang pemimpin Im Dae Soo (Lee Sang Min) meninggal mendadak. Semua bingung, siapa yang mampu jadi pengganti dan cocok menduduki posisi bos. Setelah para tetua rapat tertutup, dipilihlah 3 kandidat paling kompatibel: Na Soon Tae (Jo Woo Jin) yang berwibawa, Dong Kang Pyo (Jung Kyung Ho) yang sangat loyal, dan Jo Pan Ho (Park Ji Hwan) yang tidak kenal takut.

Sayangnya, dua kandidat tertinggi justru tidak mau jadi bos. Na Soon Tae ingin resign dan fokus jadi chef andalan di restoran masakan Tionghoa miliknya. Sementara Dong Kang Pyo justru menemukan passion di dunia tari tango dan ingin kuliah jurusan seni. Tersisa Jo Pan Ho, namun kemampuannya dalam memimpin justru yang paling diragukan. Saat mereka saling bersiasat untuk tidak diangkat jadi bos, ada Hong Tae Kyu (Lee Kyu Hyung) si polisi yang menyamar jadi karyawan restoran dan ingin mengungkap sindikat mafia milik Im Dae Soo.


Lewat durasi tidak terlalu panjang (98 menit), Boss bisa menyuguhkan cerita yang menghibur dari awal sampai akhir. Di negaranya sendiri, film ini masih tayang di bioskop dan sudah sukses mengumpulkan hampir 2.5 juta admission. Seperti film Korea kebanyakan, Boss dibuka dengan narasi yang membuat kita menebak-nebak ke mana jalan ceritanya mau dibawa. Terlebih lagi, film garapan sutradara Ra Hee Chan ini mengusung premis yang konsepnya berkebalikan dari film mafia kebanyakan. Saat film mafia menyuguhkan adegan bermuka dingin dan saling bersaing dalam memperebutkan posisi puncak, di sini malah semua saling berusaha agar tidak jadi pemimpin.

Tone gelap khas film berlatar kriminal dan dunia preman jelas ada, namun mata akan sering dimanja dengan berbagai masakan Tiongkok yang dibuat langsung oleh Na Soon Tae. Semakin menghibur, karena setting diambil di kota pinggiran sehingga dialek medok dan karakter polos khas preman daerah yang banyak gaya sukses menambah kelucuan. Tidak ada villain yang super jahat juga membuat Boss jadi film yang tidak membuat penonton mengernyitkan dahi. Ditambah musik membahana yang sesekali mengiringi, beberapa adegan jadi semakin terasa heboh dan rusuh.


Dipilihnya jajaran aktor yang mumpuni juga turut menunjang alur sehingga film Boss tidak terasa maksa di adegan komedi. Semua mampu men-deliver karakter dengan flawless, plus comedic timing yang pas sesuai ciri khas masing-masing. Aktor senior Lee Sung Min (No Other Choice) meski muncul sebentar mampu memberi kesan mendalam. Begitu juga para aktor yang memerankan kandidat bos. Jo Woo Jin (Alienoid 1-2) yang wajahnya memang terlihat kalem bisa memberi kesan preman berwibawa namun jadi suami yang nurut perkataan istri dan anak saat di rumah. Jung Kyung Ho (Hospital Playlist 1-2) dengan badannya yang semampai bisa tampil jadi preman yang slengean tapi luwes saat menari. Sementara Park Ji Hwan (The Roundup 1-3) yang bermulut besar terlihat mudah sekali memerankan karakter preman rewel yang kekanakan.

Lucunya, di antara deretan bintang, yang paling bersinar justru penampilan Lee Kyu Hyung sebagai polisi yang menyamar sebagai asisten chef di restoran Na Soon Tae. Aktor drama musikal ini sukses mengocok perut lewat twist yang diberikan. Untuk yang menyukai Lee Kyu Hyung di era Prison Playbook (2018), siap-siap bernostalgia dan melihat penampilannya yang lebih gila.

Secara keseluruhan, Boss memang mampu menyuguhkan action comedy yang segar lewat premis yang beda dari film kebanyakan. Meski dari poster tidak terlalu meyakinkan, ditambah judul yang kurang catchy, film ini bisa menghibur banyak kalangan.