Review: 3Sum

by Mr. P

Review: 3Sum
EDITOR'S RATING    

Omnibus terbaru ini menghadirkan tiga film pendek dari tiga sineas muda.

Jelata pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya omnibus. Dari mulai omnibus berisi kisah cinta hingga horor ada di Indonesia. Nah, bagaimana seandainya ada satu omnibus yang merangkum tiga genre berbeda dalam satu film? Ucapkan selamat datang untuk 3Sum. Film ini merupakan debut dari dua sineas muda, yaitu Witra Asliga dan William Chandra. Sementara untuk Andri Cung sendiri ini merupakan karya terbarunya setelah sukses dengan Payung Merah dan Buang.

3Sum dibuka dengan Insomnights yang bergenre horor. Kisahnya sendiri berfokus pada sosok Morty (Winky Wiriawan). Sebagai eksekutif muda, ia memiliki impian menikah dengan kekasihnya, Nina (Gesata Stella). Namun, tanpa ada sebab yang jelas, Nina mendadak membatalkan penikahan mereka. Hal ini menyebabkannya mengalami insomnia berkepanjangan sehingga membuatnya susah tidur. Perlahan tapi pasti, kegelisahan Morty semakin memuncak dan membuatnya harus menghadapi kenyataan pahit. 

Ditulis dan disutradarai oleh Witra dan Andri, segmen pertama ini cukup menggedor jantung Jelata dengan ciri khas sound ala-ala film horor Jepang. Selain itu, penampakan hantunya juga tidak standar layaknya film horor Indonesia lain (sampai-sampai penonton di sebelah saya sempet jerit "Astaghfirullah"). Yang pasti dengan akting Winky Wiriawan sebagai pemeran utama, penonton berhasil mendapatkan atmosfer horor yang mampu menimbulkan ketegangan dan rasa takut pada penonton. 

Berikutnya ada Rawa Kucing. Ayin (Aline Adita) adalah seorang wanita cantik keturunan keluarga Cina Benteng yang kaya-raya. Dikelilingi oleh sahabat-sahabat dekatnya, kehidupan Ayin tak pernah lepas dari pesta pora dan mabuk-mabukan. Di malam ulang tahunnya, Ayin bertemu dengan Welly (Natalius Chendana), seorang pemuda lugu tunarungu dan tunawicara yang didatangkan kepadanya sebagai hadiah. Namun, ada sesuatu dalam diri pemuda itu yang mengubah hati Ayin. 

Segmen yang diangkat dari kisah nyata ini disutradarai dan ditulis oleh Andri Cung. Akting Aline sebagai seorang perempuan kaya-raya yang cantik di luar, namun hancur-lebur di dalam begitu memikat. Plus, didukung dengan akting Natalius yang merupakan aktor pendatang baru. Meski tidak menggunakan dialog, namun Natalius mampu menampilkan sikap yang tulus dan lugu hanya dari sorot matanya. Di akhir segmen, Jelata mungkin akan terkenyut-kenyut hatinya mendengar lagu yang dilantunkan Ahmad Januario Valent dengan judul Berakhir Denganmu

3Sum kemudian ditutup dengan Impromptu yang mengisahkan mengenai oknum-oknum tidak bertanggung-jawab yang malah menarik untung dari berbagai kondisi yang ada. Di keadaan inilah, terdapat seorang perempuan (Hannah Al-Rashid ) dan laki-laki (Dimas Argoebie) yang hendak pergi ke sebuah tempat. Namun, di tengah jalan, keduanya dihadang oleh sekelompok polisi. Apakah yang akan terjadi?

Kali ini, Jelata akan kembali tergedor jantungnya karena beberapa adegan laga yang diperankan oleh Hannah dan Dimas. Dengan pergerakan kamera yang dinamis dan juga adegan action yang terlihat real. Uniknya, William selaku sutradara tidak menjelaskan secara detail seakan segmen ini hanyalah cuplikan dari sebuah film panjang. Semoga suatu hari nanti, segmen Impromptu bisa dijadikan sebuah film panjang. 

 

Artikel Terkait