Beautiful Creatures: Kisah Cinta yang Tidak Semendayu Twilight

by dr. kawe

Beautiful Creatures: Kisah Cinta yang Tidak Semendayu Twilight
EDITOR'S RATING    

Summit kembali hadir dengan romansa dua makhluk berbeda dunia. Tapi, kharisma mereka belum sanggup menyamai Edward dan Bella.

 

Kesuksesan Twilight memang bisa dikata sangat fenomenal. Siapa sangka romansa antara manusia dengan vampir yang mendayu-dayu sanggup meraih pendapatan hingga ratusan juta dolar? Formula sederhana yang menyorot kisah percintaan makhluk beda dunia ini ternyata dianggap menjual (ada juga Warm Bodies yang bisa dibaca review-nya di sini) sehingga novel-novel sejenis mulai diadaptasi ke layar lebar dan salah satunya adalah Beautiful Creatures ini.

Alkisah, seorang pemuda bernama Ethan Wate (Alden Ehrenreich) tinggal di kota kecil Gatlin, Carolina Selatan, dari kecil hingga dewasa. Ia bercita-cita suatu hari dapat keluar dari kota tersebut dan pergi ke New York. Setiap malam, Ethan kerap bermimpi bertemu dengan seorang gadis yang tidak jelas wajahnya dan terbangun ketika ia tersambar petir di mimpinya itu. Suatu hari, seorang gadis bernama Lena Duchannes (Alice Englert) yang tinggal di mansion mewah namun terbengkalai milik Macon Ravenwood (Jeremy Irons). Anak-anak kelas Ethan sendiri menganggap bahwa keluarga Ravenwood adalah pemuja setan sehingga menjauhi mereka. Namun, suatu kejadian mendekatkan Ethan dan Lena sehingga keduanya jatuh cinta. Perlahan tapi pasti, Ethan mempelajari bahwa Lena bukanlah gadis biasa karena ia memiliki kekuatan seorang penyihir dan kini sedang berada dalam mas transisi antara jahat dan baik menjelang ulang tahunnya ke-16. Akankah Lena memilih sisi baik, alih-alih jahat? Lalu, apakah Ethan akan selalu ada di sisi Lena meskipun tahu bahwa kekasihnya itu bisa jadi akan membunuhnya bila menjadi penyihir jahat?

 



Kisahnya sendiri bisa dibilang merupakan perpaduan antara Twilight dengan Dark Shadow di mana kisah cinta remaja mendayu-dayu dicampur dengan perang ilmu sihir. Sayang, kisah cintanya sendiri tidaklah sememikat Bella-Edward sehingga kurang mampu membangun simpati penonton. Hal ini semakin ditambah dengan kurangnya chemistry antara Ehrenreich dan Englert sehingga penonton tidak akan merasakan kisah cinta mendalam di antara keduanya. Pemilihan dua pemain utama yang tidak terlalu terkenal dan agaknya dimaksudkan menyerupai Kristen Stewart dan Robert Pattinson yang langsung meledak pasca Twilight kelihatannya tidak sanggup menyamai karisma dua bintang muda Hollywood tersebut. Meski akting Englert dan Ehrenreich terasa biasa saja, namun film ini sedikit terselamatkan berkat Irons dan Emma Thompson (sebagai Sarafine) yang menyajikan akting memikat. Thompson terutama yang bisa memperlihatkan akting genit namun menakutkan di saat yang bersamaan.

Dan, jangan bayangkan perang sihir yang terjadi akan seseru saga Harry Potter atau bahkan The Sorcerer's Apprentice karena apa yang diperlihatkan condong lebih soft dan menonjolkan efek spesial tanpa ada cahaya menyilaukan keluar atau tongkat-tongkat berterbangan.

Layaknya Twilight, kisah Beautiful Creatures juga diadaptasi dari novel yang merupakan bagian pertama dari Caster Chronicles dan diikuti dengan Beautiful Darkness, Beautiful Chaos, dan Beautiful Redemption. Meski buku-buku ini bisa dikatakan best seller, namun apakah sekuelnya akan muncul bila perilisan film ini ternyata tidak memperoleh hasil yang memuaskan?

 

Artikel Terkait