Top Gun: Maverick - Heroisme Klasik yang Masih Asyik

by 224 views

Top Gun: Maverick - Heroisme Klasik yang Masih Asyik
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Satu lagi film antigagal dari Tom Cruise

Top Gun adalah film yang membawa Tom Cruise menjadi bintang. Aneh rasanya karena film ini baru ada sekuelnya setelah 35 tahun kemudian. Tidak sedikit yang skeptis, cerita seperti apa yang akan dibawakan Top Gun: Maverick dan apakah masih relevan di tengah banyaknya film aksi dan superhero marak CGI. Namun, mereka lupa satu hal. Ini adalah Tom Cruise. Orang ini tidak pernah setengah-setengah dalam membuat film. Pengalamannya selama puluhan tahun bersama Mission: Impossible diterapkannya di film ini. Hasilnya Top Gun: Maverick bukan hanya film aksi, tapi juga memiliki cerita yang dekat di hati.

Lebih dari 30 tahun setelah film pertama, apa yang bisa diharapkan dari Maverick? Di film ini, Cruise membawa realisme ke dalam film. Karakternya diperlihatkan sudah di ambang masa pensiun dan tidak ada pencapaian lain yang belum diraihnya. Maverick tua dianggap sisa-sisa kejayaan masa lalu oleh petinggi militer yang lebih memilih mengembangkan pesawat tanpa awak dibanding melatih pilot-pilot terbaik. Namun, secanggih apa pun teknologi, tetap tangan dingin dan intuisi pilot dibutuhkan. Saat sebuah misi besar datang, dan keahlian Maverick kembali dibutuhkan. Tapi, bukan sebagai pilot, melainkan guru.


Pengembangan karakter Maverick dari pilot nomor satu menjadi instruktur sangat pas dengan situasi layaknya seorang yang sudah di ujung masa pensiun. Peralihannya dari pilot menjadi instruktur dan harus mengajar pilot-pilot muda juga menarik. Terlihat sekali bagaimana anak-anak muda sekarang menganggap orang-orang lama, seperti Maverick, sebagai relik kuno. Suatu keadaan yang memang terjadi di dunia nyata saat ini. 

Beberapa nama besar dari film pertama kembali hadir di sini. Tentu, porsi mereka sudah berbeda. Kehadiran Val Kilmer dan Jennifer Connelly bisa dibilang hanya sebagai penyambung yang memberi kita insight bahwa ini memang sekuelnya Top Gun. Fokus cerita lebih pada karakter-karakter baru yang dipimpin Rooster (Milles Teller). Pemilihan pemain-pemain baru ini juga pas dan interaksi mereka menarik. Namun, ada persaingan khas di Top Gun pertama yang sepertinya diulang di sini. Ini bisa jadi awal yang bagus untuk pengembangan franchise Top Gun berikutnya jika Cruise sudah tidak bermain.


Yang paling memukau dari film ini sudah jelas aksi kejar-kejaran dengan jet tempur. Demi memberi kepuasan pada penonton bagaimana rasanya berada di angkasa, Cruise dan tim benar-benar terbang dengan pesawat tempur asli dan meletakkan kamera di pesawat. Pengalaman menonton Top Gun: Maverick ini akan menjadi salah satu pengalaman nonton bioskop terbaik yang akan kalian rasakan. Apalagi, jika menontonnya di bioskop dengan format premium: layar paling besar dan suara paling menggelegar. Getaran mesin pesawat akan mengguncang kursi kita.

Kesatuan yang ciamik antara drama dan aksi membuat film ini benar-benar memuaskan saat ditonton. Alurnya juga berjalan dengan pas, tahu kapan saatnya tegang dan kapan santai. Penonton jadi bisa benar-benar menikmati adegan-adegan di layar. Tidak ada after credit atau twist-twist memukau di film ini. Tapi, setelah menontonnya, kita akan keluar bioskop dengan perasaan kagum. Pantas jika film ini mendapat sambutan luar biasa saat diputar di Festival Cannes.