Thor: Love and Thunder: Kamu Terlalu Banyak Bercanda (KTBB), Jadinya Garing

by Redaksi 211 views

Thor: Love and Thunder: Kamu Terlalu Banyak Bercanda (KTBB), Jadinya Garing
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Lelucon itu kayak micin. Dikasih sedikit, enak. Dikasih banyak, bikin pusing.

Merasa sukses dengan formula yang disajikan Thor: Ragnarok, kali ini Kevin Feige dengan pedenya kembali meminta Taika Waititi untuk menyutradarai Thor 4 dengan gaya yang sama. Sebagai satu-satunya original Avengers yang mendapatkan lebih dari tiga film, tentunya banyak yang penasaran apa yang akan diangkat di film keempat ini. Apalagi dari materi promosi Jane Foster akan jadi Mighty Thor dan Christian Bale begitu menyeramkan sebagai Gorr the Godbutcher. Harapan dan ekspektasi pun menjadi tinggi. Sayangnya, kali ini, mungkin Waititi terlalu over-pede dengan gayanya. 

Film ini punya potensi untuk jadi keren dan meninggalkan kesan bagi banyak fans, tapi Waititi kali ini terlalu banyak memasukkan unsur-unsur komedi garing dan jayus dalam setiap adegan. Bahkan di adegan-adegan penting pun kehilangan esensinya karena di saat penonton sedang menikmati momen, tiba-tiba hancur oleh dialog bercanda yang tidak pada tempatnya. Andai saja film ini fokus dan lebih serius, hasilnya mungkin akan jauh lebih baik.


Kembalinya Natalie Portman adalah nilai paling tinggi yang mengangkat kualitas film ini. Portman dengan mulusnya bisa menjadi tangguh sekaligus rapuh di saat yang sama. Fisiknya yang kekar sebagai Thor dan ringkih saat menjadi wanita biasa juga membuat kita salut akan totalitas Portman dalam menjalankan perannya sebagai apa pun itu. Yang lainnya, tentu kehadiran Guardians of the Galaxy yang walau cuma sebentar, tapi cukup memberikan hiburan. Penampilan singkat ini cukup memberikan gambaran betapa kacaunya kapal the Millano saat Thor ada di sana.

Thor: Love and Thunder memiliki cerita yang kelam dan bisa menjadi alunan yang menarik. Gorr yang dikecewakan para Dewa berniat membunuh semuanya, termasuk Thor. Suatu cerita yang berpotensi menjadi kisah epik yang dalam dan tragis berubah menjadi kisah ringan konyol dengan template Marvel yang sederhana. Sungguh sangat disayangkan Bale sudah berakting dengan sebagus itu berhadapan dengan Thor cengengesan yang tidak punya kejelasan karakter. Awalnya memang lucu, tapi lawakan-lawakan itu semakin akhir film semakin garing.


Hanya saja tidak semua porsi lawakan di film ini mengecewakan. Ada dua hal yang paling memancing tawa spontan. Pertama, dua kambing histeris yang selalu teriak sepanjang film. Kedua, saat pertama kali Zeus diperkenalkan. Russell Crowe memang juara. Tidak akan pernah kita melihatnya di tempat lain berakting menjadi dewa klasik tapi konyol. Ada satu lagi momen yang cukup lucu tapi lebih kepada mengejutkan saat cameo penting muncul untuk sebuah peran.

Dari after credit-nya jelas Thor akan lanjut ke film kelima. Semoga mereka tidak melakukan kesalahan lagi dan membuat Dewa Guntur ini menjadi lebih konyol dari ini. Beri Thor sebuah cerita tragis kelam yang manis sebagai film perpisahannya di dunia Marvel hingga Thor konyol yang pernah ada ini hilang dari ingatan para fans.