Street Society

by dr kawe


Kalau Hollywood punya franchise Fast & Furious, Indonesia kini coba mengembangkan hal serupa melalui film terbaru garapan Awi Suryadi ini. Aktor muda Marcel Chandrawinata pun didapuk memerankan pemeran utama dengan lawan mainnya si manis Chelsea Elizabeth yang sempat beradu akting dengan Maudy Ayunda dan Afgansyah Reza dalam Refrain. Selain dua nama tersebut, ada pula aktor senior Ferry Salim, serta bintang lain, seperti Edward Gunawan, Kelly Tandiono, dan Edward Akbar. 

Layaknya Fast & Furious yang banyak menampilkan mobil-mobil mewah, begitu juga dengan Street Society ini. Tercatat, ada 30 mobil mewah yang terlibat, seperti Lamborghini, McLaren, Ferrari, Bentley, Rolls Royce, Porsche, BMW, KTM, Aston Martin, Mercedes Benz, GT-R dan motor Ducati. Kesemua mobil tersebut dipinjamkan atau disewakan oleh para pemiliknya untuk kebutuhan syuting. Karena itulah, tidak mengherankan bahwa total dana produksi film ini kabarnya mencapai Rp18 miliar. Untuk adegan berbahayanya sendiri, digunakan enam stunt driver dengan mengambil beberapa lokasi syuting, seperti Jakarta, Bali, dan Jembatan Suramadu.  

Kisahnya berfokus pada sosok Rio (23), seorang pembalap jalanan yang pada satu kesempatan berhasil menang melawan Nico di jembatan Suramadu. Sejak dikalahkan Rio, Nico bersumpah akan menebus kekalahannya. 
 
Ketika merayakan kemenangannya di sebuah klub, Rio berkenalan dengan Karina, seorang DJ. Sayang, pertemuan keduanya terganggu kehadiran seorang pembalap jalanan lain, Yopie. Untuk membalas penghinaan Yopie, Rio harus mau menerima tantangan adu kebut mengelilingi area SCBD.  Rio di atas Lamborghini Gallardo-nya, sementara Yopie membesut McLaren. Adu kencang kendaraan yang cukup sepadan. Lagi-lagi Rio tak terkalahkan. 
 
Sementara itu, hubungan Rio dan Karina pun semakin dekat. Bagi Rio, Karina memiliki semuanya. Kehadirannya mampu meredam emosi Rio yang meledak-ledak. Karina pula yang membuka mata Rio, bahwa dunia tidak cuma dunia otomotif. Berdua mereka travelling ke lokasi-lokasi eksotis dan menikmati kebersamaan. Puncaknya, Rio memilih meninggalkan dunia balap liar.
 
 
Ketenangan Rio dan Karina terganggu, Nico memaksa Rio untuk rematch balap jalanan. Penolakan Rio berakhir pada perkelahian keduanya. Rio bertekad meninggalkan dunia balap liar, ia jual Lamborghini kesayangannya. Yopie muncul dan berniat membeli mobil Rio. Yopie merasa, ia dan Rio senasib. Sama-sama kehilangan figur ayah. Hanya bedanya, ayah Yopie yang memiliki usaha perjudian, dibunuh oleh kawanan triad Hongkong. Eksekutornya adalah sahabatnya sendiri, Benny Wong. Benny Wong tak lain adalah bapak dari Nico. Peristiwa 15 tahun lalu mengungkit dendam Yopie. Nyawa harus dibayar nyawa.
 
Yopie yakin hanya Rio yang bisa memancing Nico keluar tanpa pengawalan bodyguard dalam adu balap mobil jalanan selanjutnya Yopie yang akan membereskan Nico. Rio tak mampu menolak keinginan Yopie karena nyawa Karina terancam. Karina disekap kawanan Yopie.
 
Mampukah Rio dan teman-temannya menyelamatkan Karina? Kejutan apa yang menanti mereka di akhir eksekusi rencana ini? Temukan jawabannya dalam STREET SOCIEY - sebuah kisah laga otomotif penuh adegan mendebarkan, adu kencang mobil-mobil paling eksotik, mutakhir, intrik, dan sense of humor.
 
 

Artikel Terkait