
Sebelum rilis pada 9 April 2015 mendatang, Billy Christian menulis catatan yang memaparkan alasan pemilihan sosok tuyul untuk film horor terbarunya, penggunaan special effect makeup, hingga pemilihan lokasi syuting. Sebelum menyaksikan filmnya, yang dari materi promosi sudah cukup membuat bulu kuduk merinding, mari simak catatan sang sutradara berikut.
MENGAPA TUYUL?
Bagi saya, membuat film horror memiliki kesenangan tersendiri dibandingkan film genre lain. Film horor Indonesia memiliki hantu yang sudah tidak asing lagi, seperti kuntilanak, pocong, suster ngesot, hingga jelangkung. Namun, tuyul sendiri bisa dikatakan jarang dieksplorasi lebih oleh para pembuat film lokal. Hal inilah yang menarik saya untuk membuat film ini dengan harapan penonton dapat disuguhkan sesuatu yang baru. Film Tuyul sendiri adalah film pertama dari trilogi. Tema besar untuk membuka trilogi ini adalah mengenai motherhood atau keibuan. Wanita hamil, jabang bayi, kesiapan untuk menjadi seorang ibu, dan kelahiran adalah tema yang menurut saya cocok sebagai sebuah permulaan. Horor yang saya tampilkan adalah sesuatu yang dekat dengan semua orang, bahwa wanita hamil sangat rentan dengan segala sesuatu yang mistis dan berusaha keras untuk melindungi bayinya dengan segenap jiwa dan raga. Contohnya, membawa gunting kecil di saku baju untuk menghindari makhluk halus.

MINIM KARAKTER, PERFORMA MAKSIMAL
Saya sengaja mendesain cerita dengan karakter yang sedikit. Hal ini karena saya ingin mencoba membuat film dengan memaksimalkan intensitas psikologis dari karakter-karakternya dan menjaga kualitas akting dari para aktor dan aktris yang terlibat. Gandhi Fernando, Dinda Kanya Dewi, Citra Prima, Inggrid Widjanarko, dan Karina Nadilla adalah para aktor dan aktris yang memerankan karakter-karakter yang sangat penting dalam film ini. Oleh karena itu, untuk menghidupkan karakter yang mereka perankan dibutuhkan proses reading yang cukup lama. Saya sangat menikmati setiap detail yang dibangun oleh setiap karakter. Proses komunikasi saya dengan para pemeran cukup fleksibel karena pada dasarnya saya lebih senang membangun karakter bersama dengan para pemeran.
