Setelah The Raid, film aksi Indonesia seakan mulai menggeliat lagi. Beberapa rumah produksi mulai menggunakan adegan aksi di film mereka, baik itu sebagai sisipan ataupun merupakan bagian dari satu film utuh. Multivision Plus sebagai salah satu rumah produksi terdepan di Indonesia kini merilis film berjudul 3 yang merupakan film laga futuristik pertama di Indonesia. Apa yang dimaksud dengan futuristik? Silakan menonton untuk menemukan jawabannya. Duduk di kursi sutradara adalah Anggy Umbara yang meraih sukses lewat Mama Cake, Cobor Jr. the Movie, dan Comic 8. Didapuk sebagai pemeran utama ada Abimana Aryasatya, Agus Kuncoro, dan Cornelio Sunny. Selain mereka bertiga, masih ada nama Donny Alamsyah, Cecep Arif Rahman, Prisia Nasution, dan Tika Bravani.
Alif, Lam, dan Mim adalah tiga sahabat dari satu perguruan silat yang dibesarkan bersama di Padepokan Al-Ikhlas.
Alif, yang lurus dan keras dalam bersikap, memilih menjadi aparatur negara. Ia bertekad membasmi semua bentuk kejahatan dan mencari para pembunuh kedua orangtuanya. Lam yang sikapnya lebih tenang menjadi seorang jurnalis dengan tujuan untuk menyebarkan kebenaran dan menjadikan dirinya mata dari rakyat. Sementara, Mim yang bijak memilih mengabdi menjadi pengajar dan menetap di padepokan. Ketiganya dipertemukan kembali setelah terjadi kekacauan pascaledakan bom di sebuah cafe. Bukti-bukti dan investigasi mengarah pada keterlibatan Mim beserta anak-anak padepokan. Alif harus menghadapi sahabatnya sendiri dan menghancurkan padepokan yang telah membesarkannya. Lam yang terjepit di antara kedua sahabat berusaha mencari titik temu demi menghindari kehancuran yang lebih parah. Mim memilih menghadapi para aparat dan rela mengorbankan jiwanya tanpa kompromi. Alif, Lam, dan Mim dipaksa bertempur satu sama lain dalam mempertahankan dan memperjuangkan kebenarannya masing-masing, seraya harus terus menjaga keluarga dan orang-orang yang mereka hormati dan cintai.