


Rumah Terindah adalah sebuah wahana asuhan Rudi Soedjarwo untuk mengajarkan dunia perfilman secara maksimal. Dari mulai akting, penulisan naskah, hingga produksi film. Sejak berdirinya pusdiklat ini, Rudi Soedjarwo telah menekankan bahwa semua orang, tanpa terkecuali bisa terjun ke dunia film. Pernyataan ini bukan semata hanya isapan jempol belaka. Terbukti, tiga buah film telah diproduksi. Semua film berhasil dikerjakan oleh murid Rumah Terindah dengan dibantu oleh para pekerja profesional yang telah lama berkecimpung di dunia perfilman tanah air. Pada tanggal 27, 28 dan 29 November 2015 ini. Rudi Soedjarwo Joint dan Rumah Terindah Pusdiklat Film menyuguhkan hasil karya mereka berupa tiga buah film dalam sebuah festival yang akan diselenggarakan di CGV Blitz Pacific Place. Ketiga film tersebut adalah Skenario Tuhan, Bara di Negeri Hujan, dan Hell Dresser. Selain pemutaran tiga film, khusus pada hari pertama akan diselenggarakan press conference dan juga workshop oleh Rudi Soedjarwo dengan tema “membuat film tanpa budget”.
Tujuan diadakannya Rumah Terindah Film Festival ini adalah memfasilitasi anak-anak muda yang kreatif dan ingin mewujudkan cita-cita untuk percaya diri menghasilkan karya-karya seni bermutu. Selain itu, festival film ini sekaligus menjadi ajang unjuk gigi hasil karya murid Rumah Terindah yang selama ini mendapatkan pendidikan dan pelatihan, baik dari segi keaktoran, penulisan naskah film dan film making secara keseluruhan. Festival film ini sendiri diharapkan dapat memperkaya jenis festival film di Indonesia dengan keunikan film yang akan diputar di festival ini. Yaitu film yang berani mengambil keunikan dengan banyaknya karakter dalam satu film (lebih dari 20 karakter utama). Terakhir, tentu saja festival ini dimaksudkan untuk mempertemukan dan menghubungkan secara langsung antara seniman film, komunitas film, kritikus film, masyarakat luas serta media massa untuk bersama-sama mengapresiasi hasil karya anak bangsa dalam rangka mengembangkan industri film Indonesia.

