
Sempat bekerja sama dalam Cahaya dari Timur, Angga Dwimas Sasongko kini kembali berkolaborasi dengan penyanyi Glenn Fredly dalam sebuah film berjudul Surat dari Praha. Sutradara muda yang di tahun lalu sukses dengan Filosofi Kopi ini sekaligus memberikan refleksinya terhadap 20 tahun perjalanan karir Glenn. Untuk itu, empat lagu Glenn termuat dalam film persembahan Visinema Pictures bekerja sama dengan Tinggikan Production dan 13 Entertainment serta didukung penuh oleh produk Mayora, Torabika Creamy Latte dan Permen KiS ini, bahkan dinyanyikan oleh dua pemeran utamanya, di antaranya “Nyali Terakhir” oleh Julie Estelle dan Tyo Pakusadewo dengan “Sabda Rindu.
Dalam press conference yang berlangsung di Alegro, Epicentrum Walk, Kuningan ini, Glenn selaku produser mengungkapkan kebahagiaannya terhadap produksi film yang rilis pada 28 Januari ini. “Pencapaian terbesar bagi saya adalah bisa bekerja sama dengan orang-orang ini. Saya senang karena bisa bekerja dengan tim yang tidak mementingkan sisi komersial, tetapi juga kreativitas.” Chicco Jericko yang di film ini sempat tampil cameo merangkap sebagai produser juga menceritakan sedikit mengenai Surat dari Praha. “Ide awal film ini berasal dari lagu-lagu Glenn. Surat dari Praha juga berdasarkan kisah nyata yang diriset oleh penulis naskah dan sutradara terhadap ikatan Mahasiswa Dinas (Mahid) yang menjadi exile politik di Praha.”
Mengenai pemilihan pemainnya sendiri, bagi Angga selaku sutradara, deretan aktor dan aktris yang muncul di film ini merupakan sebuah keharusan. “Bagi saya, naskah ini bisa disutradarai siapa saja. Tapi untuk pemain, ini harus diperankan oleh Julie, Om Tyo, Tante Widyawati, dan Rio Dewanto.” Sementara, M. Irfan Ramli yang bertindak sebagai penulis naskah memberikan sedikit petunjuk bahwa film ini memiliki masa pengembangan yang tidak sebentar. “Film ini sebenarnya sudah lebih dulu dari Cahaya dari Timur. Bagi saya bukan berapa lama tahap pengerjaan film ini, tetapi tim yang mengerjakan.”
Tyo Pakusadewo, pemeran Mahdi Jayasri yang harus terbuang dari Tanah Air-nya karena menolak Orde Baru, mengungkapkan bahwa karakter yang ia perankan merupakan satu tantangan tersendiri bagi aktingnya. “Saya tidak bisa mencari contoh mengenai exile ini di kehidupan saya karena saya dan orang-orang di sekitar saya belum pernah mengalami itu. Tapi, ketika di Praha, saya mendapat waktu bertemu dengan para exile politik dan bisa berbicara langsung mengenai peristiwa tersebut,” tutupnya.
Surat dari Praha akan rilis pada 28 Januari 2016.
