Pesantren Impian: Jenis Baru di Genre Religi

by dr. kawe


Sebagai penghasil karya bergenre religi, Asma Nadia rupanya ingin mencoba hal yang baru dalam gaya bertuturnya. Untuk itu, ia mencoba mencampur religi dengan thriller. Dan, setelah sukses menghasilkan salah satu film box office di tahun 2015 melalui Surga yang Tak Dirindukan untuk MD Pictures, kerja sama mereka kembali terjalin melalui film terbaru bergenre thriller-religi yang kembali diadaptasi dari karya beliau berjudul Pesantren Impian.

Bisa dibilang, ini merupakan hal yang baru di ranah film Indonesia. “Selama ini kan film Indonesia sering disuguhi genre religi, komedi, drama, dan horor. Kini, kami mencoba hadirkan sesuatu yang baru,” ungkap Karan Mahtani selaku produser Pesantren Impian. Asma Nadia sendiri mengaku puas dengan hasil besutan dari Ifa Isfansyah ini. “Saya suka gemas dengan film horor yang terlalu mengumbar keseksian, makanya saya terpikir untuk membuat kisah dengan genre yang berbeda ini. Dan, Ifa berhasil menyajikan film thriller tanpa kekerasan.”

Film yang keseluruhan proses syutingnya di Yogyakarta ini memang merupakan salah satu langkah baru Ifa Isfansyah selaku produser. Pasalnya, ia selama ini lebih dikenal sebagai sutradara drama, namun kini berani menyutradarai sebuah thriller bernafaskan religi. Dibantu oleh Hanung Bramantyo di kursi produser dan Krisna Purna sebagai penata musik, Ifa tentunya terbantu banyak dalam membangun atmosfer mencekam pesantren naas tersebut. Tidak hanya itu, sederet pemain berkualitas pun turut meramaikan beberapa peran dalam film ini, di antaranya Prisia Nasution, Fachri Albar, Dinda Kanya Dewi, Dedy Soetomo, hingga Sita Nursanti.

Sebuah undangan rahasia datang ke tangan 10 orang gadis dengan sederet persoalan hidup. Mereka diberi kesempatan kedua untuk kembali fitri dengan datang ke Pesantren Impian di sebuah pulau terpencil dan bertobat. Di antara gadis-gadis tersebut, terdapat Eni (Prisia) seorang polwan muda yang urakan, Sissy (Indah Permatasari) model yang datang bersama asistennya Inong (Dinda Kanya Dewi), Sri (Sheila Cascales) seorang mantan pelacur, dan Rini (Shabrina Sungkar) yang hamil di luar nikah. Namun, suasana pesantren yang sedianya dimaksudkan untuk menenteramkan hati para penghuninya berubah menjadi ajang pembantaian saat satu per satu dari gadis tersebut mati terbunuh. Ada misteri apa di balik Pesantren Impian?

Artikel Terkait