
Setelah Killers, Mo Brothers kembali dengan proyek terbaru mereka yang kali ini mendapat kesempatan diputar di Toronto International Film Festival (TIFF) 2016 untuk sesi Midnight Madness. Diproduseri oleh Mike Wiluan, Sukhdev Singh, Wicky V. Olindo, dan Shinjiro Nishimura, proyek berjudul Headshot ini merupakan kerja sama antara dua rumah produksi, yaitu Screenplay Productions dan Infinite Films. Ini merupakan langkah berani Screenplay Productions yang sebelumnya lebih terkenal menyasar pangsa pasar remaja dengan tema drama romantis. Bekerja sama dengan Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel tentunya membuat Screenplay mulai merambah ke genre yang berbeda.
Mengingat genrenya yang action-thriller, tentu saja tidak heran bila beberapa nama yang pernah muncul di film laga The Raid 2 turut ambil bagian dalam film ini. Sebut saja Iko Uwais, Julie Estelle, hingga Very Tri Yulisman. Meskipun dari materi promosi yang diedarkan secara terbatas sedikit sekali informasi mengenai karakter yang diperankan Julie dan Very, tapi bisa dipastikan bahwa Julie akan kembali berbaku-hantam dengan Iko layaknya pertarungan seru mereka di The Raid 2. Selain tiga nama di atas, ada pula si manis Chelsea Islan yang mencicip genre aksi untuk pertama kalinya. “Aku diajar basic bela diri untuk safety selama tiga minggu. Ternyata tidak mudah membuat film action.” Selain Chelsea, adapula nama Sunny Pang dan Zack Lee sebagai tokoh antagonis.

Mengenai kebiasaan Mo Brothers dalam membuat film yang nyaris selalu banjir darah, Timo dan Kimo tidak terlalu ambil pusing mengenai sensor. “Bagi saya, ini film Mo Brothers yang paling audience friendly. Jadi, bisa dinikmati audiens,” ungkap Timo. Kimo sendiri juga menanggapi santai perihal sensor. “Tidak hanya di Indonesia saja karena di Eropa juga kami akan kena sensor. Jadi, kami tidak terlalu memikirkan hal ini.”
Rencananya, Headshot akan ditayangkan pada 9 September di TIFF 2016 dan Indonesia pada akhir November atau awal Desember. Setelah TIFF sendiri, Headshot masih akan mengikuti tujuh festival film bergengsi lainnya yang sayang sekali belum dapat dibocorkan tim produksi. “Semoga dengan tayang di TIFF dan festival lain, animo penonton untuk menyaksikan film ini saat diputar di Indonesia akan meningkat,” pungkas Bapak Wicky.

Mo Brothers: Kimo Stamboel (kiri) dan Timo Tjahjanto (kanan)