Perahu Kertas 2: Antiklimaks dari Sebuah Kisah Cinta

by Mr. P


Udah nonton Perahu Kertas 1? Pastinya nggak afdol dong kalo nggak lanjut ke Perahu Kertas 2. Buat mereka yang belum baca bukunya, pasti penasaran banget dong siapa yang akan jadian dengan siapa. Nah, buat yang udah baca bukunya, yah pengen tau aja visualisasi dan lanjutan kisah adaptasi novel Dee ini.

Oke, film dibuka dengan dua anak kecil sedang bermain di tepi pantai, salah satunya adalah Afika (yap, that same old Afikaaaa, ada yang baru niiiiih). Tapi, sayangnya Hanung nggak menjelaskan siapa mereka sebenarnya. Kalau yang nggak ngeh, mungkin akan beranggapan bahwa itu adalah dua anak kecil lucu yang sengaja disorot untuk menambah keunyuan film ini. Nih, admin kasih tau ya, itu adalah Kugy dan Karel kecil. Kaget? Biasa aja kaleee...

Dari situ, film langsung fokus ke para pemainnya. Masih ada yang inget akhirannya Perahu Kertas 1? Yap, bener banget! Kugy dan Keenan kembali bertemu di kawinan sahabat mereka, Noni dan Eko. Terus, keduanya mulai dengan malu-malu (tapi mau...dan mungkin setengah gondok karena udah tiga tahun nggak ketemu) memutuskan untuk ngobrol. Mengungkapkan rahasia (ceileh, rahasiaaa) bahwa keduanya kini sudah menjalin hubungan dengan orang lain.

Dan emang, seperti yang pernah dijanjikan di film pertamanya, film kedua ini lebih sarat dengan konflik, di mana pergulatan batin para tokohnya ditonjolkan dengan keputusan akhir yang harus mereka ambil. Terus terang, admin sih lebih menikmati bagian kedua ini dibanding yang pertama. Apalagi pas Kugy dan Keenan ngobrol di lorong rumah Kugy, wuiiiih...berasa deg deg ser ini jantung (inget masa muda). 

Sayang seribu sayang, Perahu Kertas 2 yang sudah membangun konflik dengan manis di awal seakan digampangkan dengan akhiran ala FTV. Sekejap admin berkedip, tiba-tiba Kugy sudah ada di tepi pantai sambil dipeluk Keenan. Lho...lho, kok cepet banget? Mana adegan pas Kugy nyamper Keenan di pantai? Aaaaah, admin jadi pusing sendiri. Tapi ya udahlah, film ini toh udah rilis, mau ngomel-ngomel juga percuma. Admin hanya bisa mendoakan dalam hati semoga film adaptasi Dee lainnya akan lebih baik lagi dari ini. 

 

  • -

Artikel Terkait