Don't Talk Love: Bukan Kisah Cinta Biasa

by abn


Setelah flm pertamanya Fiksi, salah satu sutradara muda berbakat Indonesia, Mouly Surya kembali dengan karya terbarunya, What They Don’t Talk About When They Talk About Love, atau bisa disingkat menjadi Don't Talk Love. Film yang berjudul cukup panjang ini merupakan sebuah kisah cinta anak muda mulai dari berkenalan, berkirim surat, hingga prom night. Namun bukan Mouly Surya jika ia tidak bisa memberikan sesuatu yang berbeda. Para tokoh utama film ini ternyata adalah para penyandang disabilitas. Lalu, bagaimana kisah cinta para penyandang disabilitas ini bisa terus berjalan?

Adalah Fitri (Ayusitha), seorang perempuan muda yang tidak bisa melihat sejak lahir. Fitri jatuh cinta pada sosok dokter khayalan yang ia kirimi surat berisi hal-hal intim dan kehidupan personalnya. Sampai suatu hari, sosok tersebut tiba-tiba muncul tanpa sepatah kata, ia ternyata seorang pria tuli bernama Edo (Nicholas Saputra). Jika saja Fitri dapat melihat dan Edo dapat bicara, mereka mungkin sudah saling jatuh cinta sejak lama. Meskipun, siapa tahu, mungkin saja cinta mereka pun sudah menghilang dalam kontrakan lusuh yang mereka tinggali. Sementara itu, Diana (Karina Salim), seorang gadis 17 tahun yang hanya mampu melihat dalam jarak 2 cm. Jika saja ia memiliki pengelihatan normal, mungkin saja ibunya sudah mengirimkannya ke kelas balet sejak kecil. Selain itu, di usianya tersebut, Diana belum juga mendapatkan menstruasi. Hingga suatu hari, dunianya berubah dengan datangnya Andhika (Anggun Priambodo), seorang murid baru di sekolah khusus. Kehadiran Andhika akhirnya membuat Diana menjadi seorang wanita. Apakah Andhika juga mencintai Diana? Jika saja Andhika masih bisa melihat, mungkin ia masih bersama Gadis, mantan kekasihnya yang ia gilai.

Diproduksi oleh Cinesurya dan Amalina Pictures; Don't Talk Love didukung juga oleh sejumlah pendanaan internasional, yaitu Goteborg International Film Festival Fund dari Swedia, Asian Project Market dari Korea, dan Hubert Bals Fund dari Belanda. Sebelum ditayangkan di Indonesia, Don't Talk Love telah melanglang buana ke berbagai festival film di Amerika dan Eropa. Film ini adalah film Indonesia pertama yang masuk ajang kompetisi Sundance Film Festival, dan telah memenangkan NETPAC Award di Rotterdam Film Festival. Dan kini, Don't Talk Love siap menyapa para penikmat film di Indonesia, dengan perilisan terbatas pada tanggal 2 Mei 2013.

Don't Talk Love memberikan sudut pandang baru akan jatuh cinta. Dan kita pun bisa melihat lebih dekat bagaimana para penyandang disabilitas ini mengintrepretasikan cinta dan menyatakan cinta dengan cara mereka. A must see.

Artikel Terkait