
Produksi: Falcon Pictures
Sutradara: Danial Rifki
Pemain: Joe Taslim, Atiqah Hasiholan, Ario Bayu, Martina, Nobuyuki Suzuki, Piet Pagau, Early Ashy, Dewi Irawan, Prilly Latu Contina
Seperti sudah menjadi tradisi di Indonesia, menjelang Lebaran bisa dipastikan akan banyak film lokal yang beredar. Salah satunya adalah La Tahzan. Deretan pemainnya sendiri bisa dikatakan cukup menjanjikan karena melibatkan Joe Taslim yang sempat mencicip Hollywood melalui Fast and Furious 6, Ario Bayu, dan Atiqah Hasiholan.

Viona (Hasiholan) dan teman-temannya mendarat di bandara Kansai, Osaka, untuk menjalankan program Arubaito – belajar sambil bekerja di Jepang. Di sana, Viona bertemu Yamada (Taslim), seorang fotografer freelance, yang ternyata mengerti bahasa Indonesia. Hal ini membuat Viona yang merasa asing di Jepang, seperti mendapat sahabat baru. Mereka pun menjadi akrab. Yamada, yang tidak pernah basa basi, akhirnya memutuskan untuk berterus terang ingin melamarnya. Bahkan, Yamada siap pindah agama.
Pada persiapan Yamada menjadi mualaf, Viona malah terusik masa-masa di Indonesia ketika seorang ibu menitipkan alamat untuk mencari anaknya di Jepang; Hasan (Ario Bayu), teman dekat Viona. Hasan yang selama ini menghindar dari Viona dan keluarga, pergi dengan meninggalkan pertanyaan bagi Viona. Dengan bantuan Yamada, akhirnya Hasan berhasil ditemukan di Osaka. Ketika itu, kondisi Hasan sama sekali berbeda. Pada sebuah malam di Osaka Port, Hasan menceritakan semuanya. Kejujuran yang menjawab pertanyaan hati Viona dan membuatnya bimbang menentukan pilihan.

Untuk memberikan kesan dan pengalaman yang berbeda, film ini melakukan syuting di beberapa kota di Jepang, seperti Osaka, Kyoto, Kobe, dan Wakayama. Namun, film ini bukan hanya sekedar menyuguhkan cerita drama dan indahnya pemandangan negeri Sakura saja. Menurut Danial Rifki, sang sutradara sendiri, film ini juga memiliki pesan sederhana, yaitu ingin menularkan virus La Tahzan. “Rumput tetangga, terkadang lebih indah dari rumput sendiri. Padahal, dimanapun berada, kemuliaan bakal diraih dengan berkerja keras. Jadi, janganlah bersedih. Kata-kata “La Tahzan” jadi menemui konteksnya di sini,” urai Danial yang pernah meraih Penghargaan dalam kategori Penulis Naskah Asli Terbaik di Festival Film Indonesia dan Penghargaan Penulis Skenario Terpuji pada Festival Film Bandung. Adaptasi dari buku best seller berjudul La Tahzan For Student ini juga menghadirkan lagu milik Almarhum Ustadz Jefry Al Buchory berjudul Bidadari Surga, menjadi original soundtrack-nya.
Jadi, apapun yang terjadi jangan bersedih karena Allah selalu bersama kita. Mari Jelata, tonton La Tahzan ketika Lebaran tiba.