
Pernah mendengar Empires of The Deep? Film ini merupakan proyek ambisius dari negeri China yang sempat menyebut film mereka sebagai "Avatar dalam lautan". Dengan budget mencapai USD 100 juta (walau diberitakan, budget membengkak hingga USD 130 juta), film ini mendapuk Olga Kurylenko (Hitman, Quantum of Solace) sebagai bintang utamanya. Selain nama Kurylenko dan operator kamera 3D Avatar, Anthony Arendt; tidak ada nama lainnya yang bisa dikenali dari proyek ini. Setidaknya untuk ukuran film mega-budget yang tentunya menyasar pasaran internasional.
Proyek film ini dimulai dua tahun lalu, dan mendapat buzz yang cukup luar biasa karena konsep yang cukup menarik, kostum yang bagus, dan juga keterlibatan Arendt. Namun seiring berjalannya waktu, proyek ini seperti tenggelam di lautan (pun intended), sampai akhirnya trailernya tiba-tiba muncul hari ini. Kurylenko sendiri merupakan pilihan kedua untuk mengisi peran utama. Karena sebelumnya Monica Belucci sudah digadang-gadang akan mengisi posisi tersebut, sementara Pitof (Catwoman) akan menduduki kursi sutradara. Namun keduanya meninggalkan proyek ini, dan posisi Pitof digantikan Michael French dan Jonathan Lawrence (Huh? Who?). Sementara naskah film ini ditulis oleh Jon Jiang, seorang pengusaha real estate China yang juga menjadi penyokong dana proyek film ini.
Menyaksikan trailernya, kami terkejut (dan tertawa). Dengan budget yang dikabarkan mencapai USD 130 juta, film ini tampak jauh dari kata bagus. Visual effects yang seharusnya menjadi jualan film ini sangat-sangat buruk. Buruk, layaknya visual effect yang sering ditampilkan dalam sinetron-sinteron/FTV di salah satu stasiun TV lokal Indonesia. Hal ini membuat kami bertanya, lari ke mana uang USD 130 juta itu? Mungkin James Cameron harus memperingatkan Anthony Arendt, agar tidak mengasosiasikan film ini dengan Avatar. Karena jika dibandingkan, keduanya bagaikan bumi dan langit.