Sempat muncul kabar minggu lalu, bahwa sutradara Mexico yang baru memenangkan Oscar, Alfonso Cuarón, diinginkan Warner Bros. untuk menyutradarai spin off seri Harry Potter, Fantastic Beasts And Where To Find Them. Setelah memberikan salah satu film terbaik di saga Harry Potter dan memberikan kita Dementor serta Hippogriff untuk pertama kalinya; banyak yang berharap bahwa Cuarón akan menerima tawaran tersebut. Namun ternyata, penggemar seri Harry Potter, khususnya instalment The Prisoner of Azkaban harus kecewa. Karena Cuarón secara langsung telah menampik kabar tersebut.
Dalam wawancara dengan media Spanyol EFE ketika ditanya mengenai kabar tersebut Cuarón berujar,
"Itu adalah pengalaman yang sangat indah bagiku [mengerjakan Harry Potter and The Prisoner of Azkaban]. Aku memiliki kecintaan yang besar terhadap dunia tersebut, dan secara pribadi mengagumi J. K. Rowling. Akan tetapi, untuk saat ini, proyek dengan muatan visual effects yang banyak tidak menarik perhatianku. Aku baru saja keluar dari 5 tahun bekerja dengan muatan visual effects yang banyak [Gravity], dan sekarang aku ingin membersihkan palet-ku [dari hal tersebut]"
Pernyataan Cuarón tersebut tidak menjelaskan, apakah betul ia ditawari tugas tersebut atau tidak. Namun, Justin Kroll jurnalis Variety mengungkap satu hal yang ia ketahui. Warner Bros. ternyata menawarkan banyak proyek untuk disutradarai oleh Cuarón pasca kesuksesan Gravity; termasuk diantaranya dua film dari franchise The Shining, Overlook Hotel (prequel) dan Doctor Sleep (sequel). Tidak tertutup kemungkinan Warner Bros. memang menawarkan Fantastic Beasts juga. Namun jawaban Cuarón sudah jelas. Tidak untuk film-film dengan banyak visual effects.
Ya. Walau terkenal dengan film-film yang memuat visual effects yang luar biasa (Harry Potter 3, Children of Men, Gravity), sesungguhnya Cuarón adalah sutradara film-film yang mengutamakan kekuatan cerita dengan visual yang sederhana. Sebut saja Y tu Mama Tambien, The Great Expectations dan A Little Princess. Setelah rentetan film-film budget besar dengan visual effects yang fantastis, rasanya wajar jika Cuarón merasa sedikit bosan dan lelah, dan ingin kembali ke akarnya.
