
The Raid mencetak kesuksesan pada 2011 dan menjadi salah satu film aksi dengan seni beladiri terbaik. Film garapan Gareth Evans ini tak hanya menarik perhatian penonton awam, tetapi juga para kritikus film dengan merai berbagai penghargaan, mulai dari People’s Choice Award – Midnight Madness di Toronto International Film Festival sampai Prix du Public dalam Festival Mauvais Genre in Tours. Tak ketinggalan, Ray Sahetapy juga memenangkan penghargaan di Indonesian Movie Awards sebagai Best Supporting Actor berkat perannya sebagai Tama Riyadi.
Kesuksesan ini membuat Hollywood melirik The Raid untuk dibuat ulang. Joe Carnahan akan menjadi sutradara dalam remake film aksi ini. Sebelumnya, proyek ini sempat menjadi perbincangan. Screen Gems telah membeli hak ciptanya dan remake ini akan disutradarai oleh sutradara The Expandables 3, Patrick Hughes.
Namun, pada 2015, proyek tersebut harus dibatalkan karena Screen Gems, Hughes, dan salah satu aktor Taylor Kitsch mengundurkan diri. Sementara itu, Frank Grillo yang sebelumnya juga sudah dipastikan akan menjadi salah satu aktor yang bermain dalam remake tersebut kali ini kembali lagi. XYZ Films merilis teaser yang menunjukkan Joe Carnahan (The Grey, Smokin’ Aces) bersama Grillo menonton The Raid.
Dalam teaser tersebut, keduanya membicarakan mengenai adaptasi The Raid. Bukan hanya itu, Gareth Evans juga akan terlibat dalam proyek ini sebagai produser.
???? BIG NEWS WEDNESDAY???? #TheRaid @carnojoe #FrankGrillo pic.twitter.com/ALhgZWgafq
— XYZ Films (@XYZFilms) February 15, 2017
The Raid mengisahkan tentang sekelompok tim elite kepolisian yang ditugaskan untuk menangkap penjahat kelas kakap yang bermarkas di rumah susun kumuh di Jakarta. Sebanyak 20 polisi dikirim ke dalam rumah susun setinggi 30 tingkat untuk menangkap Tama Riyadi, seorang pemilik rumah susun yang membiarkan para penjahat menyewa rumah susunnya dan memberikan mereka perlindungan. Rama, salah seorang anggota tim khusus, menjadi sorotan dalam film ini.
The Raid dibintangi oleh Iko Uwais, Joe Taslim, Donny Alamsyah, dan Yayah Ruhian. Sekuelnya rilis pada 2014 dan masih mengisahkan Rama yang sudah menjadi anggota SWAT. Sama seperti film pertamanya, sekuelnya juga masih menyoroti seni beladiri khas Indonesia, pencak silat.