
Sutradara sekaligus penulis naskah J. C. Chandor menggebrak pada tahun 2011 dengan drama finansial berjudul Margin Call yang bercerita mengenai kejatuhan pasar finansial Amerika Serikat. Film ini membuahkan nominasi Oscar bagi Chandor untuk kategori Best Original Screenplay. Margin Call memang karya yang bagus. Dengan kerumitan istilah finansial, Margin Call bertutur secara lancar dan intens tapi tidak melupakan sisi humanisnya. Dan kini Chandor sudah siap dengan karya keduanya sebagai sutradara melalui All Is Lost.
All Is Lost dibintangi oleh Robert Redfors dan berkisah mengenai seorang pelaut yang berjuang bertahan hidup sendiri di lautan setelah kapalnya tersesat. Bagi yang sudah menyaksikan Life of Pi, tentunya kita bisa memahami kesulitan mewujudkan sebuah film di mana setting utamanya adalah laut dan seorang manusia terombang-ambing di sana. Namun, jika Life of Pi masih memiliki Richard Parker, seekor harimau yang menjadi teman berbicara Pi Patel; maka All Is Lost adalah sebuah pengalaman solo pelaut tersebut, sehingga karakter yang diperankan oleh Redford tidak memiliki dialog sama sekali.
Belum diketahui, apakah film ini akan disertai oleh narasi sebagai pengantar ceritanya. Namun tentunya ini sebuah hal yang menarik, bagaimana kita bisa menangkap sebuah kisah perjuangan hidup tanpa dialog apapun. Tentunya sebuah tuntutan besar bagi Redford untuk menunjukkan segala bentuk emosi namun tanpa bantuan kata-kata. Robert Redford selama ini dikenal sebagai orang yang sulit diajak bekerjasama. Dia selalu memaksakan kehendaknya kepada sutradara perihal naskah dan juga pengarahan film. Namun tampaknya, Chandor memiliki sesuatu yang lebih, sehingga dia memiliki kebebasan dalam mengarahkan Redford.
Proses produksi untuk All Is Lost telah selesai, dan diharapkan Chandor akan merilisnya akhir tahun ini atau di Sundance 2014.